Ruang Bioskop yang Gelap

Melihat film di bioskop itu jelas lebih memuaskan daripada menonton film di layar kaca atau perangkat portabel. Gambar lebih jelas dan besar, disajikan dengan tata suara yang menggelegar dan suasana yang memang dirancang untuk satu aktivitas saja. Menikmati film dengan sebaik mungkin.

Operator film menyorotkan film dengan proyektor khusus ke layar bioskop. Satu hal yang paling dibutuhkan adalah gelapnya ruangan. Makin gelap makin bagus. Gambar menjadi lebih jelas.

Hanya saja, kegelapan tersebut kadang memberikan rasa tak nyaman. Susah melakukan aktivitas. Contohnya, bila mau ke toilet rasanya malas karena harus berjalan dalam kegelapan.

Belum lagi bila filmnya horor. Jelas bikin kengerian film menjadi lebih menakutkan. Bila kursi bioskop penuh dengan orang, sepertinya tak mengapa. Tapi bila penontonnya hanya segelintir. Nah, itu dia. Seram. Terutama ketika duduk di pojok dan menonton sendirian. Tak kelihatan benar apa yang di sebelah karena memang gelap.

Ruang bioskop yang gelap memang diciptakan supaya imajinasi dari film bisa dinikmati dengan optimal oleh penontonnya. Hanya saja, kegelapan tersebut terkadang timbulkan situasi yang tak nyaman.

About these ads

Tentang munggur

Somebody that born in Yogya and live at Singapore. Love Yogya so much. Addicted to internet and blogging.

Posted on 28 Juli 2012, in artikel. Bookmark the permalink. Tinggalkan Sebuah Komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: