Blogosfer Indonesia boleh merasa beruntung karena hampir tak ada batasan dalam mengemukakan pendapat, ide dan bahkan caci-maki di dalam blog masing-masing atau pun saat meninggalkan jejak di papan komentar. Semua rasa dan pikiran bisa diakomodasi melalui media blog tanpa takut ditangkap polisi.
Terlebih di masa-masa kampanye seperti sekarang ini, banyak blogger yang tergelitik untuk “mengasah” kemampuan memberikan komentar terhadap situasi politik saat ini. Rasanya tak afdol bila belum “berpartisipasi dalam politik” melalui rangkaian kalimat yang dituangkan dalam lembaran blog.
Banyak yang terkesan asal-asalan dalam mengomentari politik. Ikut-ikutan dan sok tahu. Tak enak dibaca sebenarnya tapi tetap mendapat kunjungan karena memasang judul postingan yang bombastis. Entah teori datangnya dari mana. Yang penting pemikiran sudah tersampaikan.
Namun ada juga blogger yang mampu menyuguhkan kondisi peta politik beserta prediksinya dengan sungguh-sungguh. Tak banyak tapi ada. Biasanya postingan terlihat matang, netral dan merupakan hasil pemikiran yang tak sebentar.
Entah apa yang dibicarakan, mulai dari caleg, capres, uu pemilu hingga mencontreng kartu suara; pembicaraan tentang politik berkaitan dengan pemilu memang selalu menggelitik bagi banyak orang. Dan setiap blogger memiliki hak untuk memberikan komentar politik mereka. Toh, ini bukti demokrasi berpendapat.