Kota Terapung Lilypads

Saat blogwalking, saya menemukan posting unik tentang Lilypads dari blog Drgsubur. Blog ini merujuk penjelasan Lilypad dari Eikongraphia dan Vincent Callebaut Architectures.

Konsep tempat hunian terapung tersebut mengingatkan saya akan sebuah film berjudul Waterworld. Konsep tersebut juga terkait erat dengan ocean colonization.

Apakah manusia benar-benar mampu hidup dan berkembang-biak di ‘dunia kecil’ yang terapung di air?. Seperti para katak yang hidup di atas daun Lotus. Mengambang di permukaan air karena tiadanya tanah karena banjir bandang yang disebabkan, mungkin, mencairnya es di kutub bumi.

Ah, tak perlu berandai-andai. Bukankah sebenarnya di negeri kita, terdapat beberapa suku yang memang sudah berpuluh-puluh tahun tidak menapakkan kaki mereka di daratan. Hidup di atas perahu atau pun bangunan semi-permanen di atas air. Tahukah Anda nama kelompok penduduk air tersebut?

Yang pasti kota terapung Lilypads menggelitik benak saya malam ini. Sebuah Waterworld.

Baju Biru

Entah ada apa dengan warna biru. Tapi saya suka warna itu. Bukan karena mirip dengan semburat langit atau pun bentangan laut. Sekedar suka warna itu tanpa alasan. Sebagian besar baju atau barang yang saya miliki pun berwarna biru.

Biasanya biru tua, bukan biru muda. Bahkan saya menyebut diri saya sebagai Pangeran Biru berdarah biru. *gubraks* Tak perlu muntah, sedikit narsis tentu boleh, kan?

Mungkin karena suka warna ini, saya pun cukup senang menatap orang berbaju biru. Dan ternyata ada kumpulan foto dengan topik baju biru. Blue Clothes.

Bagaimana dengan Anda, apakah Anda termasuk penyuka warna biru? Kalau boleh tanya, mengapa Anda menyukai warna tersebut? Adakah alasan yang masuk akal?

Menyoal Shania Twain dan Kuda

Sudah lama saya tak mendengar lantunan lembut serak-serak basah manja dan menonton video klip Shania Twain. Lagu-lagunya enak didengar. Klipnya juga enak ditatap.

Suatu saat saya menjelajahi dunia maya dan menemukan salah satu klip video penyanyi yang berbadan anggun dan seksi tersebut. Judul lagunya adalah Don’t. Inti lagunya adalah ‘memohon’ agar tak kekasihnya tak menyerah untuk mencintainya. Coba lirik saja lirik lagu Don’t.

Bagi Anda para kaum Adam, apa yang Anda rasakan saat seorang Shania Twain meminta dengan sangat kepada Anda untuk terus mencintainya? Sebuah hibah, bukan?
Hanya saja saat saya menonton video klipnya, saya tak berpikir tentang isi lagu tersebut. Saya, terus terang, terpana dengan adegan Shania Twain yang berbaju merah marun sedang menaiki kuda. Awesome, gitu!

Bisakah Anda membayangkan untuk menunggangi Shania Twain? Ups. *halah* Maksudnya menunggangi kuda bersama-sama Shania Twain sambil memeluknya mesra menikmati padang hijau sore-sore. Terserah siapa yang di depan atau di belakang.

Sayang, hanya bisa membayangkan sembari memainkan video klip tersebut berulang-ulang. Melamun… *hahaha, saya hanya bisa mentertawai benak saya yang sedang melayang-layang*

Harry Potter Lexicon

Rupanya Harry Potter Lexicon membuat sang penulis serial Harry Potter J. K. Rowling jengkel. Soalnya situs yang menyajikan referensi lengkap Harry Potter ini tidak berasal dan tidak memiliki ijin J. K. Rowling.

Benar adanya bila seharusnya sang penulis memiliki hak untuk menentukan hasil karya ciptanya sesuai dengan imajinasinya. Namun, tak bisa disalahkan keinginan orang-orang lain yang ingin menambah atau mengumpulkan ‘segala informasi’ tentang apa yang terjadi di Hogwarts.

Jadi? Tidak penting bagi para fans Harry Potter siapa yang membuat lexicon tersebut. Bagaimana pun toh mereka senang karena makin banyak sumber yang memuaskan keinginan untuk mengisi benak imajinasi dengan tokoh-tokoh di dalam buku populer berinisial HP tersebut.

Piala Oscar 2008

Akhirnya keluar juga pengumuman siapa saja yang memenangi Piala Oscar untuk tahun 2008 ini. Coba lihat Pemenang Oscar dari Oscar.com dan Liputan Pemenang Oscar 2008.

Sebenarnya tak penting siapa yang menang. Yang lebih penting bagi saya adalah menonton film yang menghibur dan menarik. Tapi tak ada salahnya mengetahui mana film yang dianggap berkualitas oleh industri perfilman internasional. Semoga asosiasi perfilman di tanah air dapat belajar bagaimana menyelenggarakan suatu kompetisi dan apresiasi dengan baik. Dengan begitu tak hanya ribut melulu dan saling curiga dengan sistem penjurian sekaligus jurinya.

Menyoal Oscar, menarik untuk mengamati tingkah-polah para artis dan ulasan-ulasan film mereka. Bagaimanapun dunia film tak lepas dari kehidupan kita untuk menyajikan semacam imaji yang bisa menginspirasi, meningkatkan daya khayal, mengubah perspektif mau pun sekedar menghibur saat melepas penat.

Perihal kata ‘oscar’, kalau di tanah air memiliki banyak arti. Bisa jadi nama ikan, nama petinju, nama designer atau pun memang Piala Oscar.

The Knot dan The Nets

Mungkin ada beberapa dari Anda melihat judul postingan ini dan langsung berasumsi tentang sejenis tali-menali ala Pramuka. Sah-sah saja. Namun, sebenarnya kita hendak berbicara tentang dua situs internet yang menyediakan informasi perihal kawin-mawin dan home sweet home. Yang terjemahan ngawur-nya yaitu Ikatan dan Sarang.

The Knot menampilkan seputar how to marry dan segala pernak-perniknya. Tentu disertai dengan tautan-tautan jualan dan iklan. Meski memang melayani pasar negeri Paman Sam tapi kandungan artikel di dalamnya menarik untuk dibaca-baca. Khususnya bagi yang memang ingin melangsungkan upacara pernikahan.

Sedangkan The Nets membeberkan artikel-artikel berguna untuk mereka yang baru saja atau sudah menikah. Mulai dari bagaimana mencari rumah yang enak dan nyaman ditinggali, tips menghadapi berbagai masalah dalam keluarga hingga menyoal bayi, aspek seksual dan mendekor rumah.

Kedua situs tersebut memang dimiliki oleh perusahaan yang sama. Idenya betul-betul brilian. Orang-orang yang mau menikah mengunjungi The Knot. Dan setelah menikah, mereka berkunjung pula ke The Nets. Jadilah, layanan informasi yang satu melengkapi situs yang lainnya. Pas. Sejenis service after service.

Makin maju kehidupan ternyata tak membuat perihal membangun biduk rumah tangga lebih mudah. Justru banyak yang bilang bahwa hal ini makin kompleks. Meskipun begitu, anemo orang untuk menikah juga tak meredup. Tetap saja banyak yang menikah. Oleh karena itu, situs-situs informatif di atas makin dicari orang.

Melihat dua situs di atas, membuat saya jadi ingin kawin. Eh, jadi ingin menikah maksudnya. Lebih tepatnya dua-duanya. Ah, lagi-lagi saya melantur. Omong-omong, siapa ya yang mau jadi pengantin untuk saya kawini? Eh, saya nikahi maksudnya. Yang pasti dua-duanya.

BETA-UFO Indonesia

Sedang asyik-asyiknya berselancar di dunia maya, saya tak sengaja menemukan BETA-UFO Indonesia. Tak menyangka saya bahwasannya ada komunitas yang peduli dengan piring terbang tersebut.

UFO, singkatan dari unidentified flying object atau dibahasakan menjadi benda terbang aneh (BETA), yang sering kita lihat di film dan muncul di koran-koran rupanya menjadi fenomena menarik bagi beberapa kalangan orang. Bahkan, mereka pun membentuk suatu komunitas khusus untuk saling berbagi informasi mengenai Si Alien.

UFO, bagi banyak orang memang sesuatu yang menarik karena manusia belum benar-benar memahami alam semesta. Boleh jadi, peristiwa alam dianggap sebagai UFO. Atau malah sebaliknya. Masih misteri.

Bagaimana dengan Anda, apakah Anda percaya bahwa ada makhluk selain manusia dengan intelejensia tinggi yang mengarungi kosmos, menjelajahi tata surya dan mampir ke planet biru kita?

Well, tergantung dengan perspektif masing-masing. Omong-omong, meski tak percaya UFO, saya termasuk penggemar film Star Trek dan X-File.