Tersenyum geli saya saat membaca PDIP Janjikan Sembako Murah dan Lapangan Kerja. Tak salah memang dengan janji tersebut, toh, banyak warga negara yang kelaparan dan menjadi pengangguran. Partai politik lainnya pun juga memberi harapan yang relatif sama.
Hanya saja apa jadinya bila tugas pemerintah hanya memberi makan dan kerja. Tambal sulam semata. Lalu, arah bangsa mau di bawa ke mana? Menyoal perut memang krusial, bisa mati bila perut kosong. Tapi apakah sedangkal itu cita-cita bangsa?
Lebih bermutu bila memberikan dukungan terhadap pendidikan murah (gratis?) dan berkualitas, peningkatan mutu layanan kesehatan, perbaikan komunikasi transportasi dan merangsang industri kecil dan rumahan.
Sembako murah akan tercipta bila sistem cocok tanam dan peternakan sudah maju. Pekerjaan tak perlu dicari bila jutaan warga negara mampu memulai usaha mereka sendiri yang (semoga?) didukung oleh sistem perbankan nasional dan pemerintah daerah.
Saat negara yang lain sudah bisa menyandang status negara maju. Negara di Khatulistiwa yang loh jinawi ini kok masih saja berkutat dengan hal makan dan kerja. Negara tak berkembang? Dan itu pun masih berupa janji. Ingat, ingat, lidah tetap saja tak bertulang baik sebelum atau pun sesudah pemilu.