Arsip | resensi buku RSS for this section

Buku Favorit

Banyak buku menarik, bermanfaat dan menambah khazanah berpikir di pasaran. Namun, hanya segelintir yang sungguh berkesan dan bahkan mempengaruhi kehidupan seseorang. Boleh dibilang, buku favorit. Tentu buku favorit bagi seseorang berbeda dengan orang lain.

Bagi saya pribadi, buku-buku ini menorehkan warna tersendiri dalam pola pikir saya. The Metamorphosis, The Alchemist, Musashi, Taiko, Animal Farm, The Secrets, The Phantom Tollbooth dan The Miraculous Journey of Edward Tulane.

Masing-masing buku tersebut memiliki nuansanya masing-masing. Ada yang menyentuh hati saya hingga saya menitikkan air mata, membuat saya mempercayai beberapa hal abstrak yang tadinya cukup pesimis, memotivasi atau pun memberikan pelajaran-pelajaran yang sangat berguna untuk bekal hidup saya.

Kebanyakan buku-buku tersebut ditulis dengan bahasa yang sederhana. Tak berbelit. Tak sulit dipahami oleh semua kalangan pembaca. Bahkan, boleh dikata imajinatif dan kreatif. Yang pasti, buku-buku tersebut sedikit banyak mempengaruhi pola pikir dan perspektif saya menyikapi kehidupan ini.

Bagaiimana dengan Anda, buku apakah yang sungguh-sungguh mempengaruhi kehidupan Anda? Tak perlu sungkan, tuliskan saja di papan komentar. Dengan begitu, siapa tahu orang lain pun ikut tertarik membaca dan mendapatkan sesuatu yang berharga dari buku-buku favorit Anda.

Antara Kabut dan Tanah Basah

Sungguh Antara Kabut dan Tanah Basah, buku karangan B. B. Triatmoko, SJ, ini dihadirkan dengan rangkaian kata yang mengalir penuh makna. Jarang-jarang saya temukan penulis yang dapat menyuguhkan permainan kalimat yang enak dibaca.

Isi buku ini mengajak para pembacanya untuk menapaki kesempurnaan lewat sebuah cerita perjalanan. Dengan lakon Dewabrata yang melakukan misi pencarian Bunga Utpala yang akan menyembuhkan dunia. Bertemu dengan Dewi Amba dan Wulandari yang menghadirkan sebentuk cinta di sepanjang menapaki lika-liku menuju kesadaran jiwa.

Tentu dalam melakoni perannya, Dewabrata akan bertempur dengan musuh-musuhnya sekaligus dirinya. Menarik untuk menebak apakah ksatria anak raja yang berubah menjadi brahmana ini akan meraih kerinduan jiwa dan hatinya di akhir cerita.

Rupanya cerita yang disarikan dari cerita perwayangan lalu diolah dengan tutur kata indah ini mampu menghadirkan pertanyaan yang menohok pada para pembacanya. Mengingatkan banyak hal yang dilupakan dari kehidupan sehari-hari. Mengasah kesadaran diri pembacanya melalui bahsa ringan yang mudah dipahami.

Mirip-mirip dengan The Alchemist-nya Paulo Coelho. Mengajarkan sesuatu makna tanpa bertele-tele mengajari pembaca. Sebuah cerita perjalanan jiwa yang menginspirasi sekaligus menghibur karena ada cerita cinta yang manis di dalamnya. Pantas untuk dibaca.

Terima kasih untuk seorang teman baik hati yang memberikannya kepada saya sebagai hadiah ulang tahun.

Blog untuk Bisnis – Marketing Blog

Banyak orang masih menyangka blog itu sekedar media untuk curhat (curatan hati), tak lebih dari itu. Padahal blog memiliki keunikan dan kekuatan tersendiri. Dalam beberapa aspek bahkan mampu memberikan solusi lebih baik daripada sebuah situs.

Ada buku yang menarik tentang blog yang terkait dengan dunia pemasaran. Judulnya Blog Marketing, ditulis oleh Jeremy Wright. Bila belum sempat mendapatkan bukunya, kita bisa mengunjungi blognya di Blog Marketing Book.

Di situ akan didapatkan beberapa tips menarik disertai dengan pemahaman singkat yang berguna. Semacam ringkasan dari buku tersebut.

Blog merupakan teknologi tepat guna, relatif murah dan dapat digunakan oleh siapa saja. Baik oleh korporasi besar atau pun kecil. Bila Anda veteran blogger yang sudah malang melintang di dunia (persilatan) blog, mengapa tidak mencoba membuka jasa layanan komunikasi untuk kalangan bisnis. Siapa tahu, Anda bisa mencari sesuap nasi dari kegiatan menge-blog.

Sedangkan untuk pelaku ekonomi, blog bisa digunakan sebagai telinga yang mendengar, mulut yang berbicara dan mata yang memantau klien atau pun pelanggan Anda.

Sibuk?

Bila kesibukan melanda Anda dan serasa bumi berputar lebih cepat dari sewajarnya, cobalah baca The One Who is Not Busy – Zen Praktis di Tempat Kerja, karangan Darlene Cohen terbitan BIP.

Siapa tahu dengan cara-cara praktis Zen, Anda terbebas dari rasa sibuk. Lalu menjadi lapang dan bebas.

Aneh ya, kita sering merasa sibuk padahal semua sama-sama mendapat jatah 24 jam yang sama persis dari Sang Khalik. Mengapa? Anda tahu alasannya? Atau Anda mau memiliki 25 jam dalam sehari?

Melanglang Buana

Apakah Anda puas dengan hidup Anda yang sekarang? Bagaimana bila Anda terperangkap dalam hidup yang rutin selama belasan tahun, bahkan puluhan tahun? Pernahkah merasakan rasanya melanglang buana? Apakah hidup Anda sudah penuh dengan petualangan? Pilih mana, kenyamanan dan rasa aman atau perjalanan yang mendebarkan?

Itulah pertanyaan demi pertanyaan kala membaca buku terjemahan karangan Peter O’Connor dari negeri Kangguru yang berjudul When Tommorow Comes (Gerhana Terakhir) dan Seeking Daylight’s End (Mengejar Matahari) yang dibundel dalam satu buku terbitan Gramedia Pustaka Umum.

Di cerita pertama, tentang Talan seeokor Elang yang mengarungi daratan dan pegunungan untuk melihat matahari terbenam di ujung samdra. Bisakah dia menemukannya kendati harus menghadapi resiko yang sedemikian besar? Menyentuh. Membuat orang untuk segera meninggalkan cara hidup yang kurang ‘hidup’.

Cerita kedua bercerita tentang cucu dan kakeknya menjelajahi daratan Australia untuk melihat gerhana yang hanya terjadi untuk beberapa tahun sekali. Gerhana yang spesial karena mungkin adalah gerhana terakhir untuk Sang Kakek. Apakah si tua renta dapat melihat yang ingin dilihatnya?

Dua buku yang bila diresapi dan menjadi pegangan hidup, bisa jadi, membuat kita bernyanyi “My Way” dari Frank Sinatra dengan lantang di akhir hidup kita. Bukannya merepet lagu “If I Only Have Time”.

Siapkah Anda untuk mengubah hidup? Momennya juga tepat, Tahun Baru 2007! Bisa dicoba siapa tahu Anda akan memulai petualangan Anda…

Perfume

Sebuah buku mempunyai tajuk yang menyeramkan “Sebuah Parfum yang diekstrak dari 25 Kematian Perawan”.

Wah, bagaimana wanginya? Tentu itu pertanyaan yang akan timbul dari benak saya sebeum membaca buku tersebut.

Minimal, saya bisa membayangkan harum dari bau badan seorang gadis yang belum mekar. Keceriaan seorang perempuan muda yang menarik banyak jejaka dan lajang. Para ahli biologi bilang bahwa bau ini sebenarnya berasal dari hormon bernama Feromon. Aroma yang tidak terdeteksi oleh sulit didefinisikan jenis baunya namun masih bisa dibaui oleh indera penciuman manusia secara hampir tak sadar.

Pengarang buku ini berasal dari negeri di mana Angela Merkel memerintah dengan tegas. Membaca buku ini, kita akan dibawa berjalan-jalan ke negerinya Napoleon. Mulai dari kota kecil hingga ke kawasan terkenal Paris dengan gereja Notre-Dame-nya.

Apakah sang peramu parfum berhasil membuat parfum idamannya? Bagaimana proses pembuatan parfum tersebut?

Membaca tajuknya saja pasti membuat penasaran, apalagi bila Anda menelusuri halaman demi halamannya.

Selamat membaca dan mencium aroma 25 perawan yang pasti bisa membuat kaum Adam mabuk kepayang hingga langit ketujuh.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 29 pengikut lainnya.