Sangat menarik dan patut ditonton. Itu pendapat saya mengenai film Batman yang terbaru. Bukan sekedar jagoan berbaju hitam-hitam yang dengan mudahnya mengalahkan musuh-musuhnya. Justru, di film ini , hampir seluruh peran, baik yang hitam, putih sekaligus yang abu-abu menghadapi pertentangan batin. Berhadapan dengan dilema.
The Dark Knight mengisahkan tentang perjuangan Si Manusia Kelelawar mengatasi kegilaan Joker. Jelas susah kala orang waras menghadapi orang tak waras. Joker has nothing to lose. Mengobrak-abrik Kota Gotham hanya karena ingin Batman membuka kedok dan menyerahkan diri.
Aksi Batman lumayan bisa dinikmati. Bahkan, ada beberapa up-grade perlengkapan Batman. Keterangan pembuatan filmnya bisa diulik di The Dark Knight (film). Namun, bumbu utama justru terletak dari permainan psikologis yang disampaikan melalui kekuatan visual. Bagaimana tokoh baik bisa menjadi brutal, orang yang dianggap jahat bisa memiliki nurani dan beberapa persoalan menyangkut benar dan salah.
Di film ini, peran yang paling menonjol justru lawan bebuyutan Batman, yaitu Joker. Disamping itu, film ini disertai kejadian mengapa Harvey ‘Two-Face’ Dent menjadi eksekutor brutal yang selalu memegang koin.
Dan kisah film ini mengalir cepat. Tapi tak lupa selalu membuat penonton berpikir ‘apa yang seharusnya dilakukan bila dhadapkan pada dua pilihan yang sulit diputuskan’. Ada rasa penasaran yang berkaitan erat dengan kata ’seandainya’. Dilema, itu tema film ini.
Bolehlah disimpulkan bahwa film ini tak sekedar mempertunjukkan aksi superhero. Tapi ada kesan moral yang ingin disampaikan dan melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan dilema kehidupan.
Tags: thedark night, dark knight