Arsip | teknologi RSS for this section

Disibukkan Dengan Gadget

Makin lama makin tak mudah mendapati manusia yang tak disibukkan dengan gadget. Baik itu blackberry, hape atau pun pemutar musik. Pikiran tertuju Pada alat elektronik yang dibawa ataupun disandang.

Ada earphone yang membekap telinga rapat-rapat. Mata tak bisa lekang dari tampilan LCD mungil. Dinka sekitar sirna.

Padahal bila tak terlalu tersita dengan gadget, ada sekian banyak hal yang dapat dinikmati. Menikmati keindahan Kota, berbicara dengan lebih banyak orang dan terlepas dari keterikatan gadget.

Sekali-kali tinggalkan gadget-gadget itu di rumah. Bila terasa sakaw itu artinya sudah kecanduan gadget. Ketergantungan.

Berbagai gadget diciptakan untuk manusia agar lebih mudah menikmati hidup. Bukan merampas nikmatnya kehidupan dari alam nyata.

Munggur dan MoFuse Grow

Apakah Anda termasuk orang yang suka membaca blog, berita atau pun konten internet dari gadget? Mungkin Anda akan menemukan bahwa situs internet biasa memerlukan lebih banyak waktu untuk diunduh dan ditampilkan ke layar mungil perangkat genggam Anda.

Berbeda dengan situs yang dibuat khusus untuk ditampilkan di ponsel atau pun PDA. Berkasnya jauh lebih kecil daripada situs biasa. Namun, membuat situs khusus perangkat genggam memerlukan keterampilan tersendiri. Tak banyak orang yang ngeh dengan teknologinya.

Untung ada MoFuse Grow yang bisa mengubah konten web menjadi konten gadget dalam sekejap. Seperti blog Munggur ini yang dapat dibaca di alamat gfzhi8.mofuse.mobi langsung dari ponsel yang dilengkapi dengan internet. Dengan catatan, konten tersebut memiliki alamat RSS. Blog merupakan salah satu konten yang umumnya memiliki fitur RSS.

Tentu saja tampilannya menjadi lebih sederhana dan minim fitur. Hal ini berbanding lurus dengan kecepatan tampil blog ke layar kecil tersebut. Dengan begitu, tak dibutuhkan waktu lama untuk mencerap postingan di blog Munggur versi gadget.

Jadi, mulai sekarang Anda memiliki dua pilihan untuk mengakses blog Munggur. Langsung di perambah dengan alamat munggur.wordpress.com atau melalui perangkat genggam di gfzhi8.mofuse.mobi.

Bagi Anda para blogger, layanan MoFuse Grow rasanya pantas dicoba. Dengan begitu, blog Anda pun bisa dibaca lebih nyaman di layar mungil ponsel dan PDA.

Siapa Mau Macbook Air?

Ya, ini dia salah satu rilis dari Keynote-nya Steve Jobs di ajang Macworld, yang sudah lama menjadi rumor dan paling ditunggu-tunggu banyak fans Apple.

Sebuah MacBook Air. Laptop super-ringan yang memaksimalkan kemampuan wireless. Tentu, sudah satu paket dengan Leopard. Tak ada CD-ROM. Namun, masih ada colokan kabel USB dan kabel audio. Memukau. Bentuknya sangat indah. Tipis. Tapi tetap bertenaga. Maklum, memakai prosesor Intel besutan paling baru, yang mungil dan tidak boros listrik. Dengan begitu, batereinya tahan lebih lama.

Bagi Anda yang menghendaki Macbook Air, bisa hari ini juga memesannya di Apple Store yang online 24 jam. Harganya memang bikin geleng-geleng kepala. Maklum, barang baru dan berkualitas tinggi. USD 1.799 untuk versi 1.6 GHz. Sedangkan versi 1.8GHz dibandrol berbeda jauh seharga USD 3.098. Silakan pilih yang Anda suka atau mana yang paling sesuai dengan takaran dompet.

Kalau tak bisa memboyongnya segera, mungkin saat yang tepat untuk memulai menabung hari ini. Syukur-syukur, tahun depan (2009?) bisa membeli satu. Semoga, saat itu harganya pas turun. Lumayan, kan? Mungkin, saat itu sudah ada versi yang lebih tipis dan canggih, ya?

Kapan ya sampai tanah air? Atau, minimal, kapan sampai Negeri Merlion. Semoga bulan depan sudah ada di gerai Apple di Wheelock Plaza, Orchard. Hanya pingin mencoba saja. Beli? Macbook saja sudah puas. Mau? Beli dong. Jangan minta.

Semoga postingan ini menjadi liputan pertamax tentang Macbook Air di ranah blogosfer Indonesia. Masih bisa jadi postingan yang anget!

Postingan tambahan (17 Januari 2008):

Ternyata banyak juga orang yang menunggu-nunggu keluarnya produk baru Apple. Terbukti munculnya beberapa artikel di ranah blogosfere tanah air yang terkait dengan MacBook Air, seperti yang terdapat di blog Jauhari, Pipit, Gubug IT, Adiwirasta. Di bagian komentar, sudah ditambahkan oleh rumahkayubekas.

Inovasi Online

Apakah Anda termasuk orang yang rajin mencari dan membaca berbagai inovasi yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?

Anda bisa mengikuti beragam teknologi tepat guna yang disajikan dalam wacana teoritis namun memungkinkan untuk diaplikasikan di tanah air yang terdapat di Inovasi Online. Situs ini dikelola oleh Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang (PPI Jepang).

Bila makin banyak orang menyerap, mendalami dan menerapkan inovasi tersebut maka makin majulah bangsa kita. Tak selalu ketinggalan di belakang dan ujung-ujungnya hutang dan bencana alam yang berulang.

Adakah jurnal atau situs semacam Inovasi Online lainnya? Anda tahu? Mari berbagi sumber-sumber ilmu yang bermanfaat.

Gadget itu Selalu Ada di Tangan Mereka

Setiap saat saya selalu menemui orang-orang yang selalu memegang gadget. Entah itu ponsel, Blackberry, PDA, PSP Sony atau Nintendo DS, iPod atau pun perangkat elektronik lainnya yang muat di telapak tangan. Dan jemari orang-orang tersebut sibuk mengutak-atik gadget kesayangan mereka itu. Tak peduli dengan orang di sekitar.

Bahkan, ada yang menganggap perangkat genggam tersebut sebagai ‘penyelamat’. Semisal, dalam pesta tapi tak menemukan teman berbicara, menunggu antrian dan bosan setengah mati, kumpul-kumpul dengan rekan kerja tapi merasa tak nyaman atau saat jengah dengan pertemuan keluarga. Asal ada gadget di tangan maka ‘selamatlah’ dari berbincang dengan orang di sekitar mereka.

Begitu berartinya alat-alat mini yang relatif mahal tersebut sehingga bila alpa membawanya, rasanya ada yang kurang. Seperti sayur tanpa garam. Apalagi jika hilang, pasti akan marah setengah mati.

Jemari itu sibuk hidup dalam alam masing-masing. Tak ada lagi senyum terlempar ke tetangga tempat duduk di bis. Tak ada lagi kreativitas untuk meneruskan pembicaraan. Tak ada lagi celah dan ruang untuk menyapa orang lain. Semua perhatian terhisap masuk ke alat mungil yang bisa berkedip-kedip dan menghadirkan suatu kebutuhan baru yang mencandu.

Bukan hanya lagi Nokia yang ‘disconnecting people‘ rupanya. Bagi saya, ponsel cukup diselipkan ke saku celana. Dibuka bila perlu. Lalu, menikmati hidup tanpa aliran elektronis. Menurut saya, alam nyata dan sekitarnya, meski tak sempurna benar, jauh lebih indah. Untuk dilihat, dinikmati dan dialami.  Bila perlu matikan sesaat gadget-mu! Saya ingin menyapa dan berbincang denganmu.

Pintu ke Dunia Dijital Bergerak itu Bernama Ovi

Ovi? Bukan nama makanan. Ovi merupakan bahasa Finlandia yang berarti ‘pintu’. Nokia yang memakai kata ‘ovi’ ini sebagai nama untuk platform terbarunya. Sebuah pendekatan teknologi yang membuat pengguna Nokia mampu mengakses layanan Web 2.0 dengan mudah menggunakan peralatan genggam bergerak.

Nama memang menggambarkan sebuah fungsi dari suatu benda. Jadi, sepertinya Nokia ingin sungguh-sungguh menghadirkan ‘pintu’ untuk mengakses dunia maya. Dengan begitu, internet tak lagi selalu dibatasi dengan keberadaan komputer atau laptop.

Kita tunggu saja kelanjutannya. Untuk sementara bisa melihat situsnya yang menarik di ovi.nokia.com. Mungkin suatu hari nanti sebagian orang akan saling bertanya, “HP-mu sudah ada Ovi-nya belum?

Teknologi yang ada di Dapur

Saat windows shopping di suatu kawasan perbelanjaan di Negeri Merlion, saya tak sengaja memasuki toko yang menjual peralatan dapur. Heran saya. Ada banyak barang yang saya tak yakin benar fungsinya. Yang jelas unik dan menarik.

Ada gelas Pyrex untuk menyeduh kopi yang mengingatkan saya akan laboratorium kimia jaman SMP, pisau sangat tajam berbagai ukuran dan bentuk dengan presisi tinggi, kaos tangan berbahan silikon untuk memegang panci panas, kompor Teflon anti-lengket dan pecah-belah keramik yang tahan suhu amat tinggi.

Semuanya hasil dari penemuan teknologi tinggi yang diaplikasikan ke peralatan dapur. Itu baru sebagian kecil saja. Masih banyak yang belum saya ketahui. Berbeda jauh dengan simbok-simbok di pelosok Gunung Kidul tempat saya KKN dulu. Begitu sederhana dan terkadang ada local wisdom-nya. Semisal, anyaman bambu untuk menanak nasi.

Terlepas dari kecanggihan teknologi alat dapur atau kesederhanaan tradisional, yang penting adalah cara memasaknya. Ditambah dengan ketulusan hati dan cinta kasih yang membuat sajian begitu berasa. Jadi ingat Dae Jang Geum dan ibu-ibu penjual Gudeg di Yogyakarta. Coba bila istri saya secantik Dae Jang Geum yang memasak sajian tiap hari. Pasti betah tinggal di rumah dan perut jadi melar tak karuan. Mimpi kali yee… Hari gini punya istri bisa masak? Jarang-jarang, bung!

Teknologi Itu Bernama Mainan

Coba Anda perhatikan bagian mainan anak-anak di sembarang pusat perbelanjaan. Mainan sekarang betul-betul beragam. Namun, yang lebih penting adalah adanya teknologi yang dibenamkan ke dalam mainan model sekarang.

Mulai dari mobil-mobilan remote control (RC), layang-layang yang mampu terbang dengan manuver yang bikin simbah-simbah bingung, boneka yang bisa mantuk-mantuk kalau dielus-elus, bola yang bisa berputar-putar sambil memunculkan aneka warna dan handy-talky dua arah mainan yang bisa dipakai dalam jarak dekat.

Rekayasa teknologi. Itulah yang orang-orang katakan namun jarang disadari bila hadir dalam wujud dolanan anak. Itulah alasan mengapa mainan sekarang amatlah mahal. Jelas, ada teknologi terbaru di dalamnya.

Begitulah bila para ahli teknologi bermain-main dengan mainan. Yang jelas para orangtua berpikir makin keras karena harga mainan melambung tinggi. Pernah ingat jaman adanya Tamagotchi atau Tamiya 4WD?

Untuk Pencinta Leopard

Satu kesimpulan kala menjajal Leopard, Apple OS besutan terbaru, di sebuah toko Apple di Negeri Merlion. Puas tapi tak cukup yakin untuk membeli dan memasangnya di Macbook saya.

Secara garis besar tak beda jauh dengan Tiger. Hanya saja Leopard menawarkan banyak fitur baru yang menawan, canggih sekaligus tepat guna. Sayangnya, Leopard harus ditebus dengan harga yang lumayan mahal. Itu alasan saya menundanya untuk sementara. Maklumlah, ada beberapa prioritas yang lebih penting.

Untuk yang ‘memelihara’ Leopard, bisa Rebuild Your Mac with 20 Useful Downloads – lifehacker. Tentu setelah sebelumnya mengganti Tiger di kandang dengan Leopard dengan cara Leopard Upgrade vs Clean Installation – lifehacker. Tentu jangan sampai alpa menyimpan data lama ke portable storage atau media simpan lainnya.

Sebagai tambahan, Rip DVDs with VLC rasanya perlu diketahui juga. Dengan begitu bisa bakar-bakaran data, baik berupa dokumen atau pun media. Baik sebagai cadangan file atau sebagai metode transfer data.

Rupanya mesti menabung agar bisa meningkatkan performa Macbook dengan jenis kucing besar terbaru. Sembari menunggu ulasan tentang Mac OS versi 10.5 ini agar mantap saat membelinya. Semoga sebelum ganti kalender.

Kala Lebaran, HP Jadi Macet

Coba bayangkan bila hampir semua konsumen telepon selular pada saat yang hampir bersamaan mengirimkan sandek (pesan pendek – SMS) dan menelepon handai taulan. Semua ingin berebutan mengucapkan selamat berhari raya dan saling bermaaf-maafan.

Lalu operator telepon selular mulai kebanjiran arus data masif yang super intensif. Itu pun terjadi antar operator yang berbeda. Boleh dibilang, arus data tersebut memenuhi kapasitas maksimal. Hingga kemudian mengakibatkan kemampuan operator menurun drastis.

Efek yang dirasakan adalah sulitnya mengirim dan menerima SMS, gagal berkali-kali mengadakan hubungan telepon dan suara yang terputus-putus.

Bisa disandingkan dengan kemacetan luar biasa kala ribuan pemudik memenuhi jalanan dengna mobil, bis dan sepeda motor.

Tak mengapa. Toh jarang-jarang terjadi. Namanya juga Lebaran. Apa pun akan dilakukan untuk berucap selamat dan maaf. Setelah beberapa hari, pastilah semuanya akan menjadi normal kembali.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 29 pengikut lainnya.