Kursi Gubernur DKI Jakarta

Siapa kiranya yang akan duduk di kursi gubernur DKI Jakarta periode berikutnya? Tak ada yang tahu untuk saat ini.

Yang ada hanyalah prediksi berdasar kalkulasi statistik — baik dari badan yang serius hingga yang abal-abal — yang sekiranya dapat menjadi perhitungan politik. Selain itu ada pemikiran dan kritisi para pakar atau yang mendadak menjadi pakar. Belum lagi kalau menyertakan para pembuat isu yang sejatinya dipakai untuk meningkatkan tingkat elektabilitas pasangan cagub/cawagub tertentu sekaligus menjelekkan pamor pasangan-pasangan lainnya.

Masyarakat luas umumnya hanya mengerti sebatas tiga pasangan yang mengikuti kontes menjadi orang nomor satu dan dua di ibukota. Ahok-Djarot yang menjadi petahana saat ini. Agus-Sylvina yang didukung oleh Klan Cikeas. Dan Anies-Sandi yang maju dengan restu Prabowo.

Sebagian besar rupanya sepakat bahwa Sang Petahana akan tetap menjadi gubernur dan wakil gubernur. Melanjutkan program yang sudah berjalan dengan baik.

Namun tak semua setuju. Pasalnya banyak yang menilai bahwa SBY mampu memoles citra Agus dan Sylvina menjadi kandidat baru yang relatif bersih dan oleh karenanya diminati oleh pemilih muda. Hanya sayangnya keduanya relatif tidak sepopuler dua pasangan yang lainnya.

Begitu pula para pemilih dan pendukung Prabowo — yang jelas-jelas mengusung Sandi — tetapi harus menjadikan Anies sebagai calon gubernur karena memiliki reputasi yang lebih harum dan diminati orang karena suntan berbicara. Tanpa Anies, Sandi hanya menjadi boneka penggembira yang secara statistik tak akan mengungguli nama Ahok atau Agus sekalipun.

Mari kita lihat siapa yang nantinya akan menjadi pemenang. Masih banyak problematika yang akan dihadapi oleh gubernur dan wakil gubernur terpilih nanti. Semoga yang terpilih adalah yang memiliki kemampuan yang linuwih dan memang ingin bekerja untuk kesejahteraan warga DKI Jakarta.

Drama Persidangan

Sejak proses persidangan Jessica yang terlibat dengan Kematian Mirna ditayangkan di beberapa stasiun televisi secara langsung, sepertinya animo masyarakat untuk mengikuti jalannya persidangan menjadi meningkat.

Memangnya apa sih yang menarik dari mengikuti suatu persidangan? Beberapa orang menikmati argumen-argumen yang dilayangkan yang disambut dengan sanggahan; baik dengan logika yang beralasan atau debat kusir semata. Beberapa orang menyukainya karena kepo. Lainnya merasa perlu melihat karena rasa simpati terhadap kematian Mirna.

Bahkan ada yang terinspirasi untuk menjadi pengacara seperti pembela Jessica yang mampu mementahkan fakta-fakta yang diutarakan oleh beberapa saksi ahli. Sebagian lainnya ingin menjadi jaksa penuntut yang mencoba mengungkap kebenaran. Pun ada yang bercita-cita sebagai hakim yang seakan menjadi moderator bagi para pihak yang berlawanan.

Uniknya drama persidangan di televisi ditayangkan berjam-jam. Bisa jadi karena jalannya acara yang berlatar-belakang meja hijau lebih menggelitik dan menarik ketimbang serial drama yang membosankan. Di sisi lain, tayangan persidangan ongkosnya jauh lebih murah daripada menayangkan acara kuis berhadiah, acara berita atau sinetron.

Entah sudah berapa kali Jessica disidangkan untuk mengungkap Misteri Meja 24 di sebuah kafe di Ibu Kota. Tiap kali persidangan selalu ada drama yang menjadi berita keesokan harinya. Seperti sidang semalam yang memberi angin segar bagi terdakwa tetapi membuat saksi ahli yang berasal dari Negeri Kangguru menerima sanksi administrasi berhubung melakukan pelanggaran visa untuk masuk ke tanah air dan bersaksi.

Meski bukan tontontan untuk banyak orang, ada saja pemirsa televisi yang menunggu-nunggu kapan persidangan Jessica selanjutnya ditayangkan. Ada drama yang bisa saja muncul sebelum akhirnya kebenaran terungkap dan keadilan ditegakkan.

Impor Daging Kerbau

Ramai dibahas di beberapa media tentang impor daging kerbau dalam jumlah besar dari India. Impor daging kerbau bertujuan untuk memenuhi kebutuhan akan daging sapi di tanah air.

Pertanyaan yang muncul cukup menggelitik. Memangnya rasa dan tekstur daging kerbau sama dengan dengan daging sapi? Mengapa tidak mengimpor saja daging sapi? Bagaimana rasanya memakan daging sapi? Apakah suplai daging kerbau dari tanah air tak mencukup kebutuhan daging yang ada?

Seumur-umur saya belum pernah merasakan daging kerbau. Akibat pemberitaan tentang daging kerbau, saya jadi pingin mencicip seperti apa rasa daging kerbau. Penasaran.

Pertanyaan lain muncul dari pikiran saya. Apa mungkin tak ada cukup kerbau yang disembelih untuk dikonsumsi dagingnya di tanah air karena kebanyakan kerbau dijadikan tenaga kerja untuk membajak sawah? Bisa jadi, kan?

Zika

Mulanya virus Zika hanya ditemukan dan menyebar di Brazil. Banyak orang yang khawatir bila virus — yang menimbulkan akibat yang gawat pada ibu hamil dan bayinya ini — menyebar ke luar Brazil.

Apalagi saat virus Zika dipublikasikan pertama kali, ada perhelatan besar yang diadakan di Brazil yaitu Olimpiade Musim Panas 2016. Ada begitu banyak atlet, pendukung dan penonton yang datang ke Brazil dari seluruh dunia. Bilamana ada yang tertular virus Zika ini, bisa jadi akan disebarkan ke banyak penjuru dunia.

Selain itu virus ini tak memperlihatkan gejala yang langsung bisa dikenali oleh tenaga medis; baik yang terlatih atau pun yang tak terlatih. Bila sudah tertular, tak langsung terlihat parah atau meninggal di tempat. Justru ini yang membuat penularannya makin susah dicegah.

Tindakan yang nyata untuk mengurangi atau memusnahkan virus ini adalah dengan cara mengurangi populasi nyamuk yang bisa membantu penyebaran virus ini. Begitu pula dengan menyiapkan para tenaga medis di bagian imigrasi dan rumah sakit untuk melakukan tindakan yang harus dilakukan untuk merawat penderita virus Zika ini.

Yang paling ditakutkan dari virus Zika ini adalah penyebarannya yang pesat di negara tropis. Pasalnya lingkungan sekitar yang hangat membuat nyamuk-nyamuk berkembang-biak dengan sangat cepat. Makin banyak nyamuk di suatu area yang terjangkit virus Zika, makin susah pula mencegah orang-orang untuk tidak tertular virus ini. Di samping itu, populasi di negara-negara tropis memiliki jumlah yang besar dan hidup di area dengan tingkat densitas yang tinggi. Penyebaran penyakit apapun menjadi lebih cepat.

Lalu apa yang bisa diharapkan dengan virus Zika ini? Untuk saat ini hanya bisa berharap supaya ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit yang ditimbulkan oleh virus ini.

Masih ingat wabah SARS beberapa tahun yang lalu di Hong Kong dan RRC? Ada kepanikan karena penularan yang pesat dalam waktu singkat. Nyatanya segera ditemukan obatnya. Kemudian rantai penyebarannya berhasil dihentikan.

Semoga apa yang terjadi dengan virus Zika ini segera teratasi.

Tak Boleh Parkir Sembarangan

Badan jalan seyogyanya bukan tempat parkir bagi sepeda motor dan mobil. Kecuali bila ada tanda boleh parkir di suatu badan jalan.

Khusus bagi jalan dengan garis berbiku warna kuning tidak boleh untuk parkir. Tanda dengan warna kuning tersebut ditorehkan di atas aspal sehingga mudah dikenali oleh banyak orang. Sayangnya ada saja pemakai kendaraan yang tak paham dengan makna larangan tersebut. Alhasil mereka tetap memarkir kendaraan mereka di badan jalan yang tingkat salu-lintasnya tinggi. Kemacetan pun tak terhindarkan.

Pihak pengelola lalu-lintas pun segera bertindak. Mulai hari Senin tanggal 5 September, bila ada kendaraan yang tetap parkir sembarangan di badan jalan dengan garis berbiku garis kuning maka langsung digembok. Beberapa mobil akhirnya tak bisa bergerak karena dipasangi gembok khusus di roda. Hanya pihak pengelola lalu-lintas yang bisa membukanya. Dendanya tak tanggung-tanggung. 500 ribu rupiah. Lumayan, kan? Sekali kena denda pastilah tetap ingat sehingga tak lagi parkir sembarangan.

Semoga dengan adanya gembok yang dipasang di roda kendaraan maka jalanan lebih lega sehingga arus lalu-lintas menjadi lebih lancar. Tak lagi mudah macet yang membuat aktivitas berkendara menjadi tak nyaman.

Rokok dan Vape

Merokok berbahaya bagi kesehatan. Merokok dapat menyebabkan kematian.

Begitulah peringatan yang terdapat dalam bungkus rokok. Tak peduli rokok apapun, bunyi peringatannya senada. Rokok berbahaya.

Nyatanya dengan peringatan sejelas itu masih banyak konsumen rokok. Hebat, kan? Padahal harga sebungkus rokok juga tak murah.

Lucunya sekarang banyak penjual vape yang mengiklankan produknya sebagai pengganti dari rokok yang tak berbahaya bagi kesehatan. Benarkah vape tak memberikan efek yang merugikan tubuh pemakainya? Kata siapa? Kata penjual vape?

Seperti laiknya merokok, pemakai vape bisa menghisap vape dan terlihat seaman-akan merokok. Istilahnya vaping. Lalu apakah vaping bisa disebut merokok? Mungkin. Mungkin tidak.

Belum banyak pemakai vape. Tak banyak juga yang meneliti efek dari pemakaian vape. Oleh karena itu belum banyak yang tahu benar apakah memakai vape itu aman atau tidak.

Namun orang yang merokok memang tak mempedulikan kesehatan tubuh. Bila akhirnya mereka menggantikan rokok dengan vape, rasanya tak ada pengaruhnya bagi mereka karena mereka tak keberatan mengkonsumsi sesuatu yang tak berfaedah positif bagi tubuh.

Lalu baiknya bagaimana? Berhenti merokok. Dan tak perlu vaping. Berolahraga. Bila perlu mengganti kegiatan merokok atau vaping dengan yoga dan olah pernafasan. Paru-paru menjadi sehat dan tubuh pun menjadi prima. Sehat kuat.