Reuni dan Masa Lalu

Acara reuni identik dengan menilik kembali masa lalu. Teman-teman yang dulu sama-sama mengarungi pasang-surut dan berbagai momen baik dalam suka maupun duka. Entah itu sama-sama teman seangkatan kala di sekolah dasar, sahabat satu fakultas di bangku kuliah, rekan kerja sekantor atau teman-teman yang bertemu karena kesamaan hobi atau lokasi.

Namanya reuni tentu tak bisa mengelak dari kegiatan mengingat-ingat memori di waktu lampau. Sebagian besar momen jelas sudah tak akan mampu diingat kembali karena sudah terlalu lama rentang waktunya. Namun tetap saja ada segelintir kenangan yang masih membekas. Biasanya yang menimbulkan rasa bahagia atau justru sebaliknya yang membuat perasaan sedih kala itu.

Beberapa kejadian umum terjadi kala kumpul-kumpul reuni. Menguak rahasia lama yang akhirnya terbuka setelah belasan atau puluhan tahun. Memahami sesuatu yang terjadi di masa lalu setelah mendengar penuturan rekan-rekan yang lain. Bahkan ada pula yang cinta lama bersemi kembali. Selebihnya tentu makan-makan dan bersenda-gurau. Banyolan lawas pun asal relevan masih lucu. Pun dengan nama-nama akrab yang terdengar konyol dan lucu.

Sayangnya kumpul-kumpul seperti ini ramai yang datang pada awal-awalnya. Bertemu pertama kali setelah sekian lama tak bersua menjadi terasa istimewa. Namun lama-lama bisa membosankan karena akhirnya topik pembicaraannya lebih kurang sama. Bisa ditebak. Dan menjadi kurang menarik akhirnya. Lalu pertemuan kumpul-kumpul menjadi basa-basi dengan jumlah orang yang datang menjadi lebih sedikit.

Hanya sedikit acara reuni yang akhirnya bisa ‘move on’. Tak hanya berhenti pada jaman dulu. Justru menjadi pemicu untuk bersama lagi menjalin persahabatan dengan konteks yang baru. Ide bisnis bersama. Saling belajar hal-hal baru. Mengikuti hobi yang sama. Bertukar pikiran. Bahkan hingga membentuk paguyuban dan komunitas baru berdasarkan kerekatan reuni yang ada.

Reuni memang identik dengan masa lalu. Namun reuni bisa menjadi acara yang menarik ketika bisa mempererat tali persahabatan di masa kini dan merajut asa bersama di masa depan.

Dahsyatnya Sebuah Kartu Nama

Berjejaring secara aktif adalah salah satu kunci kesuksesan. Wajar bila kini orang sudah otomatis bertukar kartu nama saat bertemu dan berkenalan dengan orang lain. Kartu nama adalah sarana untuk berjejaring; selain mengenalkan nama dan produk/layanan kita.

Kartu nama, meski bentuknya kecil tipis sehingga mudah disimpan di dompet, memuat tiga hal penting. Identitas nama, latar belakang (baik itu berhubungan dengan suatu merek tertentu, organisasi, atau jabatan) dan cara menghubungi orang yang memberikan kartu nama tersebut.

Kini membuat kartu nama prosesnya mudah, murah dan cepat. Cukup datang ke gerai kartu nama yang ada di pusat perbelanjaan atau toko buku. Bisa juga datang ke toko layanan printing on demand. Desain kartu nama bisa dilakukan sendiri. Tak bisa juga tak apa-apa karena sudah biasanya sudah ada contoh-contoh kartu nama yang bisa dimodifikasi.

Lalu siapa saja yang sebaiknya memiliki dan siap sedia membaginya ke orang lain?

Jawabnya sederhana. Orang yang ingin sukses atau ingin lebih sukses. Sudah disebutkan sebelumnya bahwa salah satu kunci kesuksesan adalah berjejaring secara aktif. Dengan membagikan kartu nama, jelas seseorang akan lebih dikenal orang lain.

Tak hanya orang-orang yang punya bisnis saja yang wajib siap sedia bertukar kartu nama. Dosen, karyawan, mahasiswa, pembicara, peneliti, politisi, dan ibu rumah tangga juga penting untuk membagikan kartu namanya.

Coba bayangkan mengapa seorang dosen bisa diundang ke seminar sebagai pembicara. Seorang mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk magang. Ibu rumah tangga diminta untuk menjadi saksi pernikahan. Bisa jadi karena mereka lebih dikenal daripada dosen, mahasiswa dan ibu rumah tangga lainnya hanya karena mereka secara aktif berjejaring; yang dibantu dengan adanya kartu nama.

Apalagi bila yang memanfaatkan kartu nama adalah orang-orang yang memang ingin membangun usaha. Bisnis yang dirintis – tak peduli besar atau kecil skalanya – akan lebih mudah dikenali dan diingat orang lain.

Usaha saya cuma lele goreng depan rumah. Masak saya perlu pakai kartu nama?

Mengapa tidak? Kebanyakan orang mungkin akan berkunjung ke warung lele goreng saat warungnya buka. Bila cocok bisa menjadi pelanggan setia. Namun bagi orang yang belum pernah mampir ke warung lele tersebut, bisa jadi pesan untuk arisan hanya karena sudah pernah menerima kartu nama yang menjelaskan usaha lele goreng tersebut sekaligus terkesan dengan niat serius yang tercermin dari kartu nama tersebut.

Oleh karena itu kartu nama sangat diperlukan bagi usaha kecil menengah yang merintis usaha supaya eksistensinya dikenali orang lain; terutama calon pelanggan atau klien. Pemilik warung lele, tukang sablon kecil-kecilan, servis komputer untuk mahasiswa, tukang ojek dan mereka yang ingin usaha dan kemampuannya dikenal wajib memiliki kartu nama.

Lalu bagaimana dengan pengusaha yang sudah sukses bisnisnya? Apakah masih perlu membagikan kartu nama?

Tentu saja. Sukses bukan sebuah titik yang begitu dicapai lalu dilupakan. Sukses harus terus-menerus dirawat yaitu dengan tetap mempromosikan bisnisnya secara konsisten. Salah satunya tentu dengan cara membagi kartu nama. Kebanyakan direktur perusahaan berskala nasional dan internasional tetap saja rajin membagi kartu nama. Makin tinggi posisi mereka, makin sadar pula mereka akan nilai dari berjejaring. Bayangkan dahsyatnya bisnis yang tercipta ketika dua atau lebih orang sukses mulai berjejaring dan akhirnya sepakat untuk berkolaborasi dalam sebuah proyek besar. Hasilnya tentu luar biasa.

Pengusaha sukses justru akan mewajibkan seluruh karyawannya untuk memiliki kartu nama dengan merek usahanya dan rajin mengedarkannya kepada sebanyak mungkin orang yang mereka temui.

Bila suatu perusahaan memiliki 5 karyawan dan masing-masing karyawan memiliki 100 lembar kartu nama yang harus dihabiskan setiap bulannya, dalam bulan tersebut bisa diasumsikan akan ada 500 calon pelanggan atau klien baru yang mengenal minimal merek dari bisnis sang pengusaha tersebut. Sekarang bayangkan perusahaan yang memiliki 1000 karyawan. Hasilnya pasti berlipat-lipat.

OK, kartu nama bisa bikin usaha dikenal luas. Lalu apa dahsyatnya?

Kartu nama lebih hebat ketimbang kartu ATM. Tak percaya?

Kartu ATM paling banyak dipakai untuk mengambil uang. Jumlah tabungan berkurang tiap kali kartu ATM digesek.

Berkebalikan dengan kartu nama yang mengundang calon pembeli atau klien potensial. Tiap pembeli dan klien yang datang dan melakukan transaksi barang atau jasa — karena mengenal dari kartu nama — jelas akan menambah pundi-pundi uang. Tambah rejeki. Jumlah saldo tabungan meningkat. Hebat, kan?

Dengan kartu nama, seorang pengusaha bisa dikenal oleh rekanan bisnis yang bisa mewujud menjadi kongsi usaha. Seorang pengusaha bisa ditelepon dan ditawari berbagai pinjaman tambahan modal tanpa harus repot-repot berkunjung ke bank.

Jadi kita sepakat bahwa kartu nama bisa lebih dahsyat manfaatnya ketimbang kartu ATM.

Tapi bisnis yang saya rintis masih belum eksis. Masih saya kerjakan hanya saat orderan datang. Apa perlu bagi-bagi kartu nama?

Duluan mana, telur atau ayam? Bila bisnis belum berjalan namun mampu berproduksi atau memiliki kemampuan yang dibutuhkan, tawarkan saja bisnis kita. Setiap orderan yang datang akan membuat bisnis kita makin maju. Saat Michael Dell menjadi mahasiswa, dia merintis bisnis perakitan komputer dari kamar asramanya. Namanya dikenal orang meskipun awalnya hanya merakit beberapa unit komputer saja dan belum memiliki toko.

Dengan kartu nama, produk atau layanan kita bisa dikenal meskipun produk atau layanannya menanti orderan datang terlebih dahulu karena keterbatasan modal atau waktu. Namun harus diingat bahwa begitu orderan datang, produk atau layanan harus bisa memuaskan pelanggan. Kepuasan pelanggan akan mengangkat reputasi nama kita dan kita Anda.

Saya punya usaha yang memproduksi barang yang harganya mahal karena kualitasnya sangat bagus. Tidak sembarang orang bisa beli barangnya. Apa saya harus tetap bagi-bagi kartu nama kepada banyak orang?

Aduh. Namanya usaha tak boleh menghambat diri sendiri dan usahanya. Berikan saja kartu nama kepada sebanyak orang yang kita temui. Tak perlu pilih-pilih dan jual mahal.

Barang yang harganya mahal bila memang bagus kualitasnya tentu akan dicari orang. Orang rela pinjam uang bila sangat butuh barang yang mahal tersebut. Siapa tahu orang yang kelihatan tak punya uang karena pakaiannya lusuh justru mampu membeli barang tersebut.

Bisa jadi orang yang tak membeli karena tak membutuhkannya atau tak mampu membelikan malah merekomendasikan produk yang tertera di kartu nama kita kepada orang lain yang berpotensi membeli barang tersebut.

Saya malas membagi kartu nama karena takut ditolak orang lain.

Kedengarannya lucu tapi sungguh-sungguh terjadi. Kartu nama berbeda dengan brosur. Saat kita menyodorkan brosur, ditolak orang itu sudah biasa.

Namun jarang-jarang ada orang yang menolak menerima kartu nama (meskipun nantinya hanya disimpan lalu hilang atau dibuang di keranjang sampah).

Justru normalnya orang akan segera balik menyodorkan kartu nama saat diberi kartu nama. Dengan kartu nama yang kita terima tersebut, kita bisa balik menghubungi dan mem-follow-up orang tersebut untuk ditawari produk atau layanan kita.

Satu dayung dua pulau terlampaui. Merek produk atau layanan kita dikenal orang. Kita juga bisa mendapatkan kontak orang yang memberikan kartu namanya kepada kita.

Baiklah kartu nama memang dahsyat. Tapi saya sibuk, besok saja bikin kartu namanya.

Tidak apa-apa. Bisnis Anda adalah urusan Anda sendiri. Kalau besok-besok bikin kartu namanya, silakan besok-besok saja memanen kesuksesan Anda.

Setiap hari kita (mungkin) bertemu calon pelanggan dan klien potensial; intinya siapapun yang bertemu dengan kita. Setiap hari tanpa membagi kartu nama berarti hilangnya kesempatan bagi usaha Anda untuk dikenal dan diingat.

Bikin kartu nama itu mudah, murah dan cepat. Kartu nama bentuknya sederhana. Namun manfaatnya dahsyat bagi perkembangan usaha yang ingin kita rintis atau kembangkan.

Apakah Anda sudah punya kartu nama? Sudahkah Anda rajin membagikannya setiap hari?

Bila YA, kesuksesan ada di tangan Anda.

Divided Mind

Half of the real problem of exhaustion comes from distraction. The problem is not being too tired. The problem is having a divided mind. 

Seorang bijak menulis rangkaian kalimat di atas. Benar adanya. Banyak orang lelah karena terdistraksi; bukan karena terlalu capai. Masalahnya terletak pada pikiran yang terpecah.

Fokus. Fokus. Fokus. Kunci untuk pikiran yang jernih dan jiwa yang tenang.

Penasaran Dengan Turki

Di mana letak negara bernama Turki? Apakah Turki berada di Benua Eropa atau di Benua Asia? Apakah orang-orang Turki semuanya orang Bule (baca: Kaukasia dan berkulit putih)? Benarkah mayoritas warga Turki adalah orang Islam? Apakah benar Istanbul itu ibu kota Turki?

Berbagai pertanyaan tersebut muncul ketika drama-drama Turki meramaikan layar kaca di beberapa stasiun televisi di Indonesia.

Unik, bukan? Melalui produk dramanya, Turki memperkenalkan bentuk kehidupan, cara pandang dan kebudayaan mereka ke banyak penonton sekaligus.

Turki memang negara yang asing bagi kebanyakan orang Indonesia. Beda dengan Arab Saudi di Semenanjung Arab. Begitu pula Amerika Serikat di Amerika Utara. Apalagi Jepang dan Tiongkok yang relatif dekat secara geografi dengan Indonesia. Turki merupakan negara yang tak terlalu populer beberapa saat yang lalu.

Beda dengan sekarang. Adanya sajian drama Turki di televisi menjadikan orang penasaran dan mencoba memahami Turki dengan lebih baik.

Bagi beberapa orang, pertanyaan-pertanyaan baru akan muncul saat menonton drama Turki tersebut.

Mengapa orang Turki sering mempertontonkan adegan 2 atau 3 orang yang minum Teh Turki; baik di rumah, di kantor atau di kedai minum.

Seperti apa sih yang disebut sebagai Teh Turki; yang sepertinya diseduh ditempat yang tak biasa dan disajikan di gelas kecil yang bentuknya indah?

Apa filosofi yang ada dalam kebiasaan menyiramkan air ketika seseorang pergi meninggalkan rumah untuk jangka waktu yang lama atau pindahan?

Seperti apa sebenarnya keindahan Selat Bosphorus yang selalu disebut-sebut dan ditampilkan di banyak adegannya? Bagaimana pula cantiknya bangunan bernama Hagia Sophia yang cukup sering diperlihatkan sebagai latar belakang Kota Istanbul?

Ada banyak rasa penasaran mengenai Turki; negara yang setengahnya terletak di Benua Asia dan setengah lainnya berada di Benua Eropa. Saya tak begitu memperhatikan alur cerita dari drama-drama Turki tersebut karena kurang minat menonton sinetron tentang kehidupan; yang biasanya berkutat tentang masalah cinta, rebutan harta dan permasalahan yang aneh bin ajaib dan dirasa terlalu mengada-ada. Namun jelas bahwa saya jadi memiliki sedikit ketertarikan untuk mengenal Turki dengan lebih baik.

Sedikit catatan kecil, saya jadi ingin suatu hari nanti bisa melihat-lihat keindahan Kota Istanbul sembari menikmati Teh Turki dan mengudap Kebab.

Kombinasi Bisnis

Apakah Anda sering melihat dua atau tiga jenis usaha di satu toko? Bila ya berarti toko tersebut melakukan apa yang disebut sebagai kombinasi bisnis.

Sebut saja toko kelontong yang juga melayani isi pulsa dan pembayaran listrik bagi warga sekitar. Pembeli bisa melakukan dua transaksi sekaligus yaitu membeli barang dan membayar listrik.

Begitu juga dengan warung makan yang menyediakan barang-barang sembako seperti beras dan gula. Pelanggannya bisa membeli sembako setelah kenyang makan di warung makan tersebut.

Tapi tak banyak yang bisa melakukan dua usaha sekaligus. Alasannya beragam. Terlalu sibuk mengurus satu jenis usaha. Tak cakap mengelola dua jenis usaha di saat yang sama. Takut bila satu jenis usaha akan membuat kerugian bagi jenis usaha satunya.

Padahal dengan adanya kombinasi bisnis, suatu tempat usaha bisa melayani beberapa kebutuhan sekaligus. Dan pada akhirnya akan mendapatkan transaksi yang lebih sering dengan volume yang lebih besar secara gabungan. Hasilnya adalah profit yang lebih besar.

Kombinasi bisnis bisa digolongkan sebagai diversifikasi usaha. Dua atau lebih jenis usaha saling mendukung satu sama lain. Coba lihat apa yang terjadi dengan warung makan yang menjual sembako. Bila warung makannya kebetulan sepi, bisa jadi jualan sembakonya pas ramai. Dengan begitu, secara keseluruhan stabilitas usahanya bisa lebih stabil dibandingkan bila warung makan tersebut tak melayani penjualan sembako.

Tentu jangan sampai kombinasi bisnis merugikan satu sama lainnya. Aneh misalnya bila membuka warung sate sembari jualan bensin eceran. Sangat berbahaya tentunya. Begitu juga dengan apotek yang menyediakan obat-obatan sekaligus menjual beragam rokok.

Kira-kira apa kombinasi bisnis yang bisa dilakukan di satu tempat usaha yang sama? Apakah Anda punya ide?

Asal Makan

Ada beda antara sekarang dan dulu. Pada jaman dulu, banyak orang asalkan bisa makan sudah senang. Asal (bisa) makan. Apapun yang bisa dimakan sebisa mungkin dikonsumsi. Suka atau tidak suka. Pilihannya adalah bisa makan atau tidak sama sekali.

Beda dengan era kini yang mana memiliki kondisi yang lebih baik secara ekonomi dan wawasan namun justru malah asal makan. Asal-asalan makan tepatnya. Sudah tahu bahwa gizi harus berimbang tapi malah mengasup makanan sampah yang merugikan tubuh. Asal makan. Yang penting senang dan puas. Bahkan kelakuan asal makan ini timbul karena bingung dengan adanya banyak pilihan makanan yang tersedia.

Bagaimana dengan Anda? Termasuk yang makan dengan bijak atau asal makan?

Kisah 12 Shio

Apa shio Anda? Ada 12 shio di dalam Astrologi Tiongkok. Siapapun Anda pastilah dapat digolongkan pada salah satu shio berdasarkan tahun kelahiran. Setiap shio memiliki karakter dan peruntungan masing-masing.

Ada beberapa beberapa pertanyaan yang muncul terkait shio. Hewan apa saja yang menjadi simbol kedua belas shio tersebut? Bagaimana urutannya? Mengapa bisa seperti itu urutannya.

Ceritanya panjang. Bagaimana kalau kita bersama-sama menonton kisahnya melalui animasi berbahasa Inggris di bawah ini saja? Silakan menyimak.