Menjajal Tampilan Baru – Freshy

WordPress memang jago dalam merancang template blog. Tinggal klik Theme yang kita inginkan pada panel kontrol-nya maka seketika (saat itu juga dalam hitungan detik) tampilan blog pun berubah.

Saya masih suka White as a Milk sebagai tampilan blog www.munggur.wordpress.com ini (yang juga bisa diakses dengan alamat URL www.heriyanto.org). Saya hanya mencoba untuk memakai Theme terbaru yang ditawarkan www.wordpress.com, yang bernama Freshy. Tampilan ini dibuat oleh Julien De Luca.

Theme ini sesuai bagi para blogger yang memiliki banyak page selain blog utama. Link-link (tautan) halaman-halaman tersebut terletak di bar atas blog, memudahkan para pengunjung untuk menuju ke sana. 

Lowongan dan Tekanan

Sebagian besar dari Anda, para pembaca terhormat, pastilah sudah pernah melamar. Sebelum melamar tentulah Anda membaca iklan lowongan di surat kabar atau di Internet.

Ada satu poin yang menarik yang banyak dicantumkan di iklan lowongan kerja yaitu ‘dapat bekerja di bawah tekanan dan tenggat waktu’. Artinya, bila Anda stres karena selalu ditekan-tekan oleh atasan dan atasannya atasan Anda, Anda tak boleh mengeluh, bukanlah itu pilihan Anda sendiri.

‘Tenggat waktu’ artinya kalau tugas menumpuk dan belum selesai, suka tidak suka Anda harus menyelesaikannya. Bukankah itu komitmen Anda sebelum mulai bekerja.

Jadi bila ada keluh-kesah itu salah. Kecuali Anda yang menjadi bos, perspektif Anda akan berubah 180 derajat.

Maka dari itu, cermatilah persyaratan lamaran kerja sebelum mengirim surat lamaran. Atau pindahlah ke desa dan hidup tenang, damai dan tentram. 

EditGrid.com – Web Apps – Spreadsheet

Ternyata Spreadheet yang online bukan hanya didominasi oleh Google Docs semata. Ada perusahaan lain yang menyediakan olah data online yaitu www.editgrid.com.

Tampilannya sungguh meyakinkan, mirip dengan MS Excel yang dipasang di komputer dekstop. Bedanya, semua proses dilakukan oleh server EditGrid.

Apakah ini berarti tiga atau lima tahun ke depan sebagian besar proses komputasi bisa dilakukan secara online dan melalui browser (penelusur atau perambah) Internet?

Hanya satu pertanyaan muncul, ‘Bagaimana kalau koneksi Internet terputus seperti kala gempa menghantam Taiwan?’ 

Parlemen.net

Menarik. Ternyata ada situs yang menampilkan informasi seputar undang-undang di Indonesia, baik yang masih berupa draf atau pun yang sudah disahkan. Coba saja buka di www.parlemen.net yang berslogan ‘Informasi dan Transparansi Parlemen Untuk Mendorong Partisipasi Publik”.

Keberadaan situs ini teramat sangat berguna bagi masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, kadang kita mendengar suatu rancangan UU namun tak mudah menemukannya di rimba maya atau pun dari nara sumber publik di dunia nyata.

Dengan adanya ‘Pusat Informasi Proses Legislasi Indonesia’ maka semua warga bisa ikut memantau proses demokratisasi melalui kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.

Meskipun saya kurang ngeh dengan politik namun saya salut dengan penggagas dan pengelola situs ini.

Terus maju, pantang mundur untuk Indonesia yang lebih baik!

Gampang Rusak Karena Tak Layak

Bencana sudah menjadi makanan kita sehari-hari. Dari ujung Sumatera hingga pelosok Papua. Musibah memang datang mendadak dan betul-betul memakan korban jiwa. Rupa-rupa bentuknya, gempa bumi, puting beliung, banjir atau pun tanah longsor.

Tak diragukan yang namanya bencana alam tentu merusak daerah yang diserangnya. Kerusakan yang ditimbulkan pun sangatlah luar biasa. Tapi bila dicermati, bukan hanya alam yang menjadi faktor utama. Ternyata infrastruktur dan kualitas bangunan di daerah tersebut sudah dari sononya tak layak pakai.

Bila suatu gedung atau jembatan masih berdiri, bukan berarti kokoh dan akan tetap tegar menantang kekuatan alam. Kelemahan struktur mudah ditemukan bila mau sedikit cermat. Sehingga sekali bencana, bangunan akan hancur lebur.

Dan proses renovasinya pun ala kadarnya. Bagai rumah dari kartu, saat angin bertiup kembali… rubuhlah semuanya. Dan alam pun sekali lagi dikambinghitamkan. Hanya berkeluh kesah menyalahkan nasib, tanpa keinginan yang sungguh-sungguh untuk membangun konstruksi tahan banting. Apa boleh dikata?

Perempuan Ball-Breaker

Silakan tebak apa artinya istilah di atas? Baiklah, Anda tentu sudah tahu ‘breaker’. Bagaimana dengan ‘ball’? Setiap laki-laki punya ‘bola’, kan? Sekarang Anda sudah setengah mengerti.

Lalu bagaimana dengan perempuan ball-breaker? Merekalah kaum hawa yang bisa menghancurkan ‘anunya’ laki-laki. Bukan harafiah memecahkan ‘kantung sperma’ tapi lebih pada ‘ego’ kelelakian.

Semisal, para wanita yang status sosialnya jauh lebih tinggi dari pasangannya. Atau yang suka main perintah dan marah-marah. Bisa juga, yang suka menginjak-injak harga diri kaum adam sedalam-dalamnya.

Meski ‘anunya’ tidak benar-benar hancur, boleh jadi si laki-laki teman hidupnya bakal impoten secara psikologis. Mati pucuk, itu bahasa Malaysia-nya. Viagra tak mempan, konselinglah solusinya.

Istilah ini jamak dipakai orang-orang baik di negara Asal Sepakbola dan negeri Kangguru. Bila Anda laki-laki, apakah istri Anda seorang ball-breaker? Semoga tidak. Semoga posting ini juga tidak menyinggung kaum feminis.

Menyangkut Makan

Saya pernah mendengar suatu ragam pertanyaan yang berbeda tentang makan-memakan.

Orang sangat miskin bertanya, “Apakah saya bisa makan esok hari?”

Orang cukup miskin, “Makan atau nggak, ya, ntar sore?”

Orang berekonomi menengah, “Nanti makan apa?

Orang lumayan kaya, “Enaknya, makan di mana ya?”

Orang kaya, “Makanan enak apa ya yang belum pernah saya makan?”

Orang teramat kaya, “Siapa yang akan kumakan?”

Seorang Petapa Bijak pun juga ikut bertanya, “Mengapa masih ada juga yang terus menyoal perihal makan?”

Benar juga. Juga ada benarnya meski tidak sepenuhnya benar.