Sprinter dan Marathon

Dalam lomba lari, ada berbagai jenis lari. Dua di antaranya: sprinter dan marathon. YAng pertama adalah lari secepat mungkin untuk mencapai garis finish dalam jarak yang tak terlalu jauh. Sebaliknya, yang kedua adalah lari dengan ketahanan yang luar biasa untuk garis finish yang lumayan jauhnya.

Setiap orang memiliki pilihan untuk memilih menjadi pelari sprinter atau marathon. Tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk. Semua sama.

Namun, di dunia yang menuntut kecepatan, setiap orang dipaksa untuk lebih cepat dan lebih cepat lagi. Tak ada batasnya. Bila dulu suatu pekerjaaan bisa dikerjakan 1 bulan, sekarang 1 minggu. Dan hari berikutnya 1 hari.

Efek paling kelihatan bila berlari sangat cepat: nafas tersenggal-senggal. Tentu juga tak bisa menikmati proses suatu aktivitas. Memburu kecepatan. Menjadi yang tercepat. Lalu, lelah dan bisa jadi patah semangat. Itu pun ditambah dengan marah-marah bila kecewa target sudah jauh melewati tenggat.

Sedangkan si pelari marathon masih bertahan dengan semangatnya yang tak lekang digerogoti ambisi akan kecepatan. Garis finish, seberapa pun jauhnya, akan tercapai. Tentu dengan rasa puas dan tanpa mengorbankan sebuah proses panjang. Sebuah proses yang sering membuahkan hasil sempurna.

Anda termasuk pelari jenis mana? Saya termasuk pelari marathon. Mungkin tidak secepat Anda, si pelari Sprinter, tapi saya masih bertahan untuk berjuang. Hingga sekarang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s