Mengumbar Nafsu

“Gila, laki-laki itu belum puas juga setelah meminang istri kedua. Benar-benar tua keladi, sekarang malahan dia sering jajan di kawasan lampu merah itu,” gumam orang-orang mengomentari si hidung belang yang suka mengumbar nafsu.

Namun, ternyata banyak juga dari kita tak sadar mengumbar nafsu. Macam-macam nafsu yang lain. Contohnya, nafsu makan. Berlebihan dan tak pernah berhenti mengunyah. Bahkan, hingga muntah. Apakah Anda atau teman Anda termasuk jenis orang seperti ini?

Ada yang bilang, kalau mengekang nafsu makan saja sulitnya minta ampun, bagaimana bisa mengerem nafsu seksual?

Nafsu tak pernah memiliki batas. Hanya ada rasa tidak puas. Ingin lebih dari yang sewajarnya.

Perlukah bulan puasa dijadikan tahun puasa? Agar insan manusia bisa lebih mawas diri setiap saat selama 365 hari? Bukan, bukan hanya menjelang bulan suci semata… 

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s