Bagaimana Supaya Bisa Bahagia?

Pertanyaan di atas lebih baik daripada “Mengapa saya tak bahagia?”.

Ada nuansa berbeda. Kalimat seperti judul postingan kali ini menggambarkan bahwa orang tersebut optimis adanya kebahagiaan. Lalu berusaha meraihnya. Sedangkan yang kedua lebih terasa pesimis. Seperti menyalahkan keadaan. Sudah menghakimi diri sendiri dengan suatu kondisi tak menyengkan. Yaitu ‘tak bahagia’.

Beberapa orang sudah mulai menyadari Definisi Bahagia. Sebuah langkah kecil untuk mulai mewujudkan atau mencari kebahagiaan. Ada yang menciptakannya sendiri. Ada pula yang menggantungkannya dari orang lain.

Bila sudah mengerti ‘bahagia’ maka boleh jadi seseorang menemukan arti hidupnya. Dengan pancaran wajah ceria yang memancar dari dalam hati sanubari. Yang malang adalah mereka yang masih menyesali diri sambil mengutuk nasibnya.

‘Bahagia’ bukankah tergantung cara berpikir dan merasa. Perspektif yang jauh berbeda dari lawan katanya yaitu ‘sedih’. Namun, bedanya sangatlah tipis. Bisa jadi, ada orang yang tertawa terbahak-bahak semenit kemudian setelah menangis tersedu-sedu.