Siapa Curi Burung (Kakatua) Saya?

Sering di kampung-kampung atau pedesaan ada berita semacam ini. Burungnya Pak Amat dicuri orang lalu istrinya berteriak-teriak, “Burung suami saya dicuri! Tolong! Lontong!”. Soalnya, Pak Amat sedang meronda sawahnya apakah airnya meluap atau tidak. Jadi hanya istrinya yang menjaga burung di rumah.

Burung bagi beberapa lelaki dalam beberapa budaya memang merupakan properti amat penting. Kukilo, bahasa Jawanya. Artinya binatang peliharaan. Makin mahal harga dan unik, makin meningkat status pemiliknya. Oleh karena itu, burung menjadi salah satu komoditas yang diperdagangkan dan tentu obyek pencurian.

Sama dengan kasus lagu Burung Kakatua yang katanya diklaim (baca: dicuri atau dipakai tanpa ijin) oleh Negeri Jiran. Beritanya di Antara. Tentu Pak Menteri Jero Wacik jengkel karena ‘burungnya’ dicuri. Oleh karena itu Menbudpar Protes Keras ke Menteri Pelancongan Malaysia.

Untuk Anda yang ingin membaca lirik lagu Burung Kakatua. Bagi yang ingin beternak atau melatih Burung Kakatua. Ini penting karena bukti bahwa di tanah air masih banyak jenis burung ini. Tidak lucu kalau ada lagunya tapi burungnya sudah punah.

Kesimpulan saya, hal-hal yang menyangkut tentang burung pastilah sensitif. Oleh karena itu, jaga tuh burung sebaik-baiknya.

Iklan

4 tanggapan untuk “Siapa Curi Burung (Kakatua) Saya?”

  1. @almascatie:
    komentar yang emosional.

    @grak:
    berarti bisa diartikan sebagai Ujian Nasional. seperti anak sekolahan saja.

    @kancutmerah:
    betul. ini aset untuk berkembang-biak. untuk dipersembahkan bagi ‘pujaan hati’… halah…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s