Skema Sejarah Distribusi Linux

Linux. Mendengar itu pastilah sebagian berpikir, “Ah, sulit! Masih mending Windows bajakan.” Pendapat tersebut tidaklah salah. Maklum, mayoritas pengguna memang sudah terbiasa menggunakan sistem operasi buatan Bill Gates tersebut.

Linux dianggap sulit karena memang dulu OS ini hadir tanpa user interface (UI) yang ramah yaitu graphic user interface (GUI). Hampir semua distribusi atau distro Linux memakai konsol. Tampak seperti jaman DOS. Masih ingat?

Namun seraya waktu, banyak kemajuan dicapai oleh Linux. Silakan lihat skema sejarah distribusi Linux. Linux makin ramah pengguna (user-friendly). Dengan begitu banyak orang kesengsem dan memakainya dalam kehidupan sehari-hari.

Linux juga dianggap mampu meningkatkan kemampuan komputasi penggunanya. Apalagi orang-orang yang mengembangkannya (baca: developer). Dengan Linux, siapa saja boleh mengkustomisasi dan memodifikasi OS masing-masing. Tidak seperti environment MS Windows yang memang tertutup (baca: proprietary).

Satu hal tentang Linux. Sesuai untuk mereka yang suka belajar dan bereksplorasi. Tapi ya itu, banyak orang malas untuk mencoba OS baru dan mempelajarinya. Paling tidak give a try to Linux. Siapa tahu ntar jadi suka dengan Si Penguin bernama Tux tersebut.

Iklan

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: