Ganti Nama, Tambah Hoki

Setiap orang pastilah punya nama. Anda, saya dan orang lain. Nama diberikan saat kita lahir. Lalu, kita pakai seterusnya. Boleh jadi kita juga punya nama alias. Mungkin juga nama keren, nama akrab atau pun nama baru karena satu dan lain hal. Semisal karena pernikahan, ganti kepercayaan atau pun nama komersil seperti artis terkenal.

Namun, setidaknya kita punya nama asli. Nama yang pertama kali diberikan pada kita. Melekat erat dengan keberadaan kita masing-masing. Sayangnya ada sebagian pemberi nama kita, biasanya orang tua, yang alpa atau tak paham benar aturan dan seni pemberian nama. Bahkan ada yang asal-asalan karena kurang ide atau pengetahuan.

Nama yang kurang pas bisa membuat si empunya nama merasa terlalu ‘berat’ menyangganya. Alhasil sering sakit tak jelas sebabnya. Pernah dengar hal semacam ini? Ambil saja nama ‘Pandita Bagus Eka Soeharto Rajasa’. Kelihatannya bagus. Tapi bisa jadi pemiliknya ‘gerah’ dan tak kuat. Setelah diubah menjadi sesederhana Slamet’. Sembuhlah dia.

Beberapa hari saya sempat berbincang dengan seorang teman. Dia bercerita bahwa dia baru saja ganti nama aslinya. Tentu setelah mencari ‘nama baik’ dari orang pintar. Setelah beberapa saat dia pun lepas dari ‘ciong’ (buntung) dan mendapat ‘hoki’ (untung) yang sudah lama ditunggu-tunggu.

Setiap nama memanglah unik. Ada cerita, ada makna. Bukan hanya pembilang seorang pribadi. Lebih dari itu justru sebagai bagian dari jiwa seseorang. Rasanya tak tepat bila Shakespeare mempertanyakan ‘apalah artinya sebuah nama?’.

Detik TV Versi Beta

Ternyata Detik.com sudah menelurkan anak barunya yaitu tv.detik.com. Meskipun masih dalam versi Beta tetapi informasi di dalam situs tersebut sudah cukup informatif.

Saya kira situs besutan terbaru ini akan menghadirkan berita dan informasi semacam tabloid dan hiburan. Seputar dunia pertelevisian sekaligus artis-artisnya. Nyatanya, Detik TV merupakan video-streaming yang dapat dinikmati melalui perambah internet Anda.

Videonya dikelompokkan dalam beberapa kategori seperti VideoNews, VideoTainment, VideoBisnis. Tinggal klik dan nikmati videonya. Gratis pula.

Salah satu alternatif cukup bagus bagi saya, yang sedang mencari sekerat bakpau di Negeri Merlion, untuk mengikuti peristiwa yang terjadi di tanah air.

Satu kesimpulan bisa ditarik dari munculnya Detik TV ini. Apakah suatu saat kita akan lebih banyak melewatkan waktu menonton video-streaming ‘tv di Internet’ daripada di depan layar kaca? Waktulah yang akan membuktikannya.

Aplikasi Tenaga Surya oleh Operator Telepon

Salut. Itu pendapat saya pribadi kala membaca Telkomsel Tambah 100 BTS Tenaga Surya – Tempointeraktif.

Nyatanya ada penerapan tenaga surya. Tenaga yang didapat dengan melimpah di negeri kaya sinar matahari ini. Memang peralatan untuk menangkap dan mengubah tenaga surya masih relatif mahal. Tapi bila diaplikasikan secara masal tentu akan mengurangi biaya produksi secara keseluruhan. Teknologinya pun tergolong bersih.

Mbok ya gitu! Tidak perlu nuklir-nukliran yang membahayakan umat manusia. Apalagi negara kita berada di Lingkaran Api (Ring of Fire). Betapa masyarakat di dekat reaktor pasti deg-degan. Porong saja masih belum beres. Kalau ada kebocoran atau ledakan nuklir? Hmm, hanya Sang Khalik yang tahu.

Adakah penerapan teknologi tepat guna dengan tenaga alternatif terbarukan yang menyusul? Ditunggu beritanya.

Tercantum di Asia Blogging Network

Suatu hari saya pernah mendaftarkan blog Munggur ini agar dimasukkan ke Asia Blogging Network melalui form Links 2 Asia. Alhasil, akhirnya saya baru saja mengetahui bahwa nama blog ini tercantum di daftar blog-blog Indonesia.

Tentu senang. Seyogyanya blog-blog Indonesia juga mendaftarkan diri hingga bisa ikut berbicara di kancah Asia. Dengan begitu, suara yang dituliskan di postingan-postingan Anda bisa didapatkan dan dibaca makin banyak audiens. Ada semangat berbagi di sana.

Salut saya akan Asia Blogging Network. Memang blogger, para staf TI dan pengguna Internet di tanah air makin hari makin maju. Lebih konstruktif dan positif. Tak hanya melulu yang negatif seperti pornografi, carding atau pun fraud.

Mari menciptakan kondisi blogosphere yang lebih kondusif.

Selamat Hari Guru, Pak dan Bu Guru!

Untung saya menyempatkan diri bertandang ke blog Jalur Lurus dan mendapati artikel berjudul Gerah Gara-gara Guru. Dari situ saya diingatkan bahwa hari ini adalah Hari Guru Nasional yang tepat jatuh pada tanggal 25 November 2007.

Tak hendak saya mengomentari carut-marut sistem pendidikan. Lebih baik mengucapkan selamat untuk para guru di tanah air. Mulai dari saya TK hingga lulus kuliah.

“Terima kasih para guru. Selamat Hari Guru. Semoga namamu selalu kami ingat, ilmu darimu kami amalkan selalu dan nasibmu membaik seiring dengan tuntutan jaman yang makin keras.”

Bagaimana dengan Anda? Apakah ada yang masih berminat menerima tantangan menjadi guru yang patut ditiru dan digugu? Semoga.

Sayembara Menulis Pena Pedagogis

Akhirnya selesai juga membuat Pena Pedagogis. Sebuah tempat di blogosphere bagi guru dan murid yang berminat menulis. Sebuah wahana cita-cita kecil saya untuk memasyarakatkan blogging, mengasah kemampuan menulis dan keberanian untuk mengikuti sayembara menulis. Khususnya untuk dunia pendidikan.

Langkah pertama sudah selesai yaitu membuat blog Pena Pedagogis. Lalu, menyelenggarakan sayembara menulis perdana. Infonya silakan lihat di Sayembara Menulis Pena Pedagogis Edisi Perdana. Batas waktunya 17 Desember 2007. Sayembara ini hanya bisa diikuti oleh para guru (SD, SMP dan SMU) dan para murid SMU.

Intinya, semua artikel para peserta sayembara akan dipublikasikan (baca: diposting), bila memenuhi syarat, di blog Pena Pedagogis sehingga dapat dinikmati oleh pengguna internet secara luas. Hal ini bertujuan sebagai bentuk apresiasi bahwa karya tulis tidak sekedar ditumpuk dan dibaca juri semata. Ada rasa penghargaan bahwa setiap tulisan memiliki makna saat dibaca oleh publik.

Setahu saya, sayembara ini mungkin kali pertama yang ditujukan untuk media blog di tanah air. Tentu ada kekurangan dan alpa karena inilah saat pertama saya berusaha mewujudkan sayembara menulis. Oleh karena itu, silakan menuliskan saran dan ide ke Umpan Balik agar sayembara ini terselenggara dengan lebih baik.

Semoga Pena Pedagogis berguna bagi dunia pendidikan, blogosphere dan budaya menulis.

Tumblr, Tumbelogs Ringan nan Praktis

Mungkin sebagian dari Anda senang ngeblog. Hanya saja mungkin ada keterbatasan waktu dan kurang nyaman dengan beragam fitur di WordPress atau pun di Blogger. Kedua platform tersebut memang menghadirkan beragam fasilitas. Hanya saja ada sebagian orang lebih suka blog yang ringan, praktis dan mudah digunakan.

Maka Tumblr dalah pilihan paling tepat. Tumblr merupakan penyedia layanan Tumblelog – Wikipedia. Dijelaskan di Wikipedia bahwa tumblelog merupakan salah satu variasi blog. Mungkin bisa dimasukkan ke dalam golongan blog tak berat sekaligus tak ringan. Tak sama seperti Twitter yang masuk kategori micro-blogging.

Tumblr memiliki antarmuka yang sangat sederhana. Namun, penggunanya bisa mengunggah gambar, mencantumkan tautan dan juga saling berelasi sesama blogger Tumblr. Theme-nya pun bisa diganti-ganti. Ada beberapa pilihan yang bisa dipilih. Kesederhanaan blogging seperti ini memang cocok bagi blogger yang hanya ingin mengungkapkan benak dan rasa secara spontan dan singkat.

Terdapat Tumblelist untuk mengoleksi alamat-alamat Tumblelogs. Coba lihat project.ioni.st sebagai contoh tumblelogs. Juga Munggur.tumblr.com sebagai upaya saya coba-coba. Tak berminat untuk pindah dari blogosphere WordPress yang saya senangi.

Bagi yang suka ngeblog secara praktis, dengan antarmuka yang sederhana dan tidak neko-neko, rasanya Tumblr pilihan yang sesuai.