Munggur dan MoFuse Grow

Apakah Anda termasuk orang yang suka membaca blog, berita atau pun konten internet dari gadget? Mungkin Anda akan menemukan bahwa situs internet biasa memerlukan lebih banyak waktu untuk diunduh dan ditampilkan ke layar mungil perangkat genggam Anda.

Berbeda dengan situs yang dibuat khusus untuk ditampilkan di ponsel atau pun PDA. Berkasnya jauh lebih kecil daripada situs biasa. Namun, membuat situs khusus perangkat genggam memerlukan keterampilan tersendiri. Tak banyak orang yang ngeh dengan teknologinya.

Untung ada MoFuse Grow yang bisa mengubah konten web menjadi konten gadget dalam sekejap. Seperti blog Munggur ini yang dapat dibaca di alamat gfzhi8.mofuse.mobi langsung dari ponsel yang dilengkapi dengan internet. Dengan catatan, konten tersebut memiliki alamat RSS. Blog merupakan salah satu konten yang umumnya memiliki fitur RSS.

Tentu saja tampilannya menjadi lebih sederhana dan minim fitur. Hal ini berbanding lurus dengan kecepatan tampil blog ke layar kecil tersebut. Dengan begitu, tak dibutuhkan waktu lama untuk mencerap postingan di blog Munggur versi gadget.

Jadi, mulai sekarang Anda memiliki dua pilihan untuk mengakses blog Munggur. Langsung di perambah dengan alamat munggur.wordpress.com atau melalui perangkat genggam di gfzhi8.mofuse.mobi.

Bagi Anda para blogger, layanan MoFuse Grow rasanya pantas dicoba. Dengan begitu, blog Anda pun bisa dibaca lebih nyaman di layar mungil ponsel dan PDA.

Theme Prologue, WordPress

Tahun baru, theme WordPress baru. Pas, kan? Rupanya, penyedia layanan blog ini menawarkan theme yang diperuntukkan bagi blogger yang suka dengan posting-posting sangat pendek dan intens. Mirip dengan Twitter.

Prologue memiliki tampilan yang sangat ringkas dengan latar belakang berwarna putih terang. Memudahkan para pembaca untuk menikmati artikel sekaligus berkomentar. Theme ini memang memfokuskan interaksi antar penulis blog dan audiensnya.

Tampilannya memang dibuat agar blogger dapat mengetikkan banyak hal secara cepat dan mudah. Cukup dengan login maka di bagian halaman paling atas terdapat kotak besar untuk mengetikkan tulisan. Tanpa harus masuk ke navigasi WordPress, yang biasanya kalau diakses dengan koneksi yang kurang bagus akan terasa cukup lambat.

Tampilan Prologue juga cukup tepat untuk mereka para blogger yang suka memberikan laporan real-time atau pun pandangan mata. Biasanya untuk sesuatu yang memiliki relasi dengan waktu dan kejadian penting. Semisal, gempa bumi atau pun melaporkan suatu jalannya konferensi atau pameran.

Intinya, suatu opini, imajinasi atau pun informasi terbaru bisa langsung menyapa para pembaca dan makin intens mewarnai blogosfer. Silakan coba bila suka dan cocok!

BETA-UFO Indonesia

Sedang asyik-asyiknya berselancar di dunia maya, saya tak sengaja menemukan BETA-UFO Indonesia. Tak menyangka saya bahwasannya ada komunitas yang peduli dengan piring terbang tersebut.

UFO, singkatan dari unidentified flying object atau dibahasakan menjadi benda terbang aneh (BETA), yang sering kita lihat di film dan muncul di koran-koran rupanya menjadi fenomena menarik bagi beberapa kalangan orang. Bahkan, mereka pun membentuk suatu komunitas khusus untuk saling berbagi informasi mengenai Si Alien.

UFO, bagi banyak orang memang sesuatu yang menarik karena manusia belum benar-benar memahami alam semesta. Boleh jadi, peristiwa alam dianggap sebagai UFO. Atau malah sebaliknya. Masih misteri.

Bagaimana dengan Anda, apakah Anda percaya bahwa ada makhluk selain manusia dengan intelejensia tinggi yang mengarungi kosmos, menjelajahi tata surya dan mampir ke planet biru kita?

Well, tergantung dengan perspektif masing-masing. Omong-omong, meski tak percaya UFO, saya termasuk penggemar film Star Trek dan X-File.

Terbiasa, Lalu Jatuh Cinta

Coba simak pepatah Jawa yang cukup sederhana ini.

“Tresno jalaran kulino.”

Jatuh cinta karena terbiasa. Itulah pemaknaannya. Memang tak bisa dipungkiri bahwa bila dua insan selalu meluangkan waktu bersama lama-lama bisa tercipta rasa suka. Boleh jadi berlanjut hingga ada cinta. Wajar.

Alasannya, ada rasa nyaman dan batasan yang makin memudar. Berbicara nyambung, kemana-mana saling menemani dan bertukar-sapa tanpa ada rikuh dan segan.

Pertanyaannya, apakah cinta yang dirajut tanpa rasa dag-dig-dug dengan gelora yang menggejolak bisa disebut jatuh cinta? Tentu saja, bukankah cinta yang tumbuh pelan-pelan masih bisa disebut jatuh cinta juga. Hanya prosesnya lebih lama. Toh, rasa itu terus berkembang seraya waktu. Ada yang bilang, ‘mulanya sih konco tapi lalu jadi kunci’. Bermula dari pertemanan.

Rasa suka dan cinta memang tak bisa dipungkiri. Sekali bibit itu tumbuh maka terus berkembang. Ah, indahnya… Jadi, harus terus dipupuk, diberi air dan dirawat. Suatu saat nanti, cepat atau lambat, akan muncul bunga dan buahnya.

Pernahkah Anda mengalami hal seperti itu?

Bawang, Kehidupan dan Tangisan

Insan manusia itu cukup unik. Ada bahagia dan tawa. Namun, di waktu lain bisa menangis sedih. Lalu mempertanyakan kehidupan, ‘mengapa harus saya?’

Carl Sanburg berkata

“Life is like an onion: You peel it off one layer at a time, and sometimes you weep.”

Jadi, wajarlah bila manusia terkadang harus menitikkan air mata. Sedikit demi sedikit belajar menghadapi kenyataan dan kehidupan. Untuk mencari yang dicarinya. Untuk mencapai tujuan dan asa dalam hidupnya.

Tapi mengapa ada yang sedikit menangis? Hmm. Rupanya mereka cukup kreatif. Memakai ‘kacamata’ agar pedasnya bawang tak mengenai mata. Kacamata itu adalah pegangan hidup. Bisa jadi cara pikir yang positif, ketabahan hati, percaya dan pasrah pada Sang Khalik atau pun kepercayaan diri yang kuat dalam mengatasi berbagai kendala kehidupan.

Bagaimana dengan yang menangis terus-menerus? Well, mereka adalah orang yang berasumsi diri mereka sebagai ‘korban abadi’. Terlalu melankolis yang membuat hati mereka selalu teriris-iris. Hidup hanya sekali. Dan mereka ini menyia-nyiakan kesempatan hidup berbahagia.

Obituari

Bila seseorang dianggap memiliki pengaruh terhadap orang banyak, biasanya ada obituari. Sebuah pengumuman akan kematian seseorang dan biasanya disertai dengan biografi singkat. Tentu biografi tersebut ditulisi dengan saat kelahiran, prestasi dan lika-liku hidup. Bila dianggap berjasa, dikenanglah seluruh kontribusinya terhadap keluarga, perusahaan atau pun negara. Yang pasti, obituari berkaitan dengan kronologi kehidupan seseorang.

Dulu obituari ditulis saat orang baru saja meninggal. Hanya saja, sekarang ini obituari kadang disiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Biasanya, obituari sebelum ‘jatuh tempo’ dibuat oleh media massa. Dengan begitu, obituari bisa dilangsir kala sang nafas meninggalkan raga orang yang dimaksud.

Obituari yang baru-baru ini menggegerkan adalah obituari untuk Britney Spears. Maklum, dia dikabarkan hendak bunuh diri. Hanya saja dia masih baik-baik saja hari ini. Sedangkan obituari yang masih panas-panasnya adalah Perjalanan Hidup Suharto dan obituari Soeharto. Maklum, beliau baru saja wafat pada hari Minggu kemarin. Berbagai beritanya dapat diikuti di Soeharto Wafat.

Obituari biasanya diisi dengan hal-hal yang relatif baik. Bila ada, tentu ditambahkan hal mulia yang dilakukan seseorang. Obituari tentulah merupakan penghormatan sendiri bagi yang wafat. Ada bukti bahwa dia diingat oleh banyak orang.

Beda dengan orang miskin yang termajinalisasi. Bila meninggal tak ada obituari. Justru ada sebagian orang yang ‘senang’ karena ‘sampah masyarakat’ makin berkurang. Padahal jumlah mereka amat banyak. Banyak yang meninggal tanpa ada catatan sama sekali. Jadi teringat saya dengan Bunda Teresa. Bunda yang merawat jenazah orang miskin yang terlupakan dengan kasih sayang.

Untuk kita yang masih bernyawa, mungkin ada baiknya memperbaiki hidup kita. Dengan begitu, seandainya ada semacam obituari, tak memalukan diri sendiri. Soalnya ada pepatah ‘gajah mati meninggalkan belalai, macan mati meninggalkan belang‘. Seperti itulah…

Hilang Lalu Kembali

Hebat. Itu yang terlintas saat membaca perjalanan sebuah kamera yang hilang dan kembali lagi ke pemiliknya. Cerita yang sungguh-sungguh terjadi ini berjudul Photo clues lead to camera’s owner. Hilang saat yang punya kamera jalan-jalan di Amerika. Padahal si empunya kamera tinggal di Australia.

Sungguh kejujuran orang yang menemukan kamera tersebut patut diacungi jempol. Bahwasannya, dia berusaha menemukan orang yang memunyai kamera itu. Padahal tak mudah mencari informasi keberadaan orang tersebut hanya dari melihat foto-foto yang ada di kamera tersebut.

Ceritanya berakhir dengan happy ending. Kamera kembali ke tangan pemiliknya. Si penemunya juga puas karena berhasil mengungkap misteri ‘kamera siapakah ini‘. Sebuah perjalanan bagi kamera tersebut.

Coba kita ingat-ingat apakah kita pernah kehilangan sesuatu dan menemukannya kembali? Saya pernah mengalaminya. Hanya barang sepele dan tak mahal. Seperti bolpoin dan jam tangan. Tapi saat menemukannya, ada rasa syukur. Untung kembali lagi ke saya.

Jadi, bila suatu saat kita menemukan sesuatu tercecer di suatu tempat. Ada baiknya mengembalikannya ke empunya barang tersebut. Siapa tahu, orang tersebut sangat membutuhkannya. Sebuah kejujuran yang mulia daripada sekedar  doorprize karena menemukan sebuah barang tak bertuan yang lalu diklaim sebagai milik diri.