Posterous

Blogging melalui email? Ide yang bagus, bukan? Fitur inilah yang ditawarkan oleh Posterous. Mengirimkan postingan melalui email sesuai dengan kondisi koneksi internet di tanah air. Bahkan dengan koneksi terbatas pun, siapa saja dapat mengunggah tulisan di halaman blog miliknya. Semisal, posting melalui Yahoo! Mail dari id.m.yahoo.com, dari modem dial-up atau pun mobile gadget.

Blogger cukup mengirimkan pesan email ke post@posterous.com untuk posting. “Subject” akan menjadi judul postingan dan ‘pesan email’ akan menjadi isi postingan tersebut. Blogger dapat mengirimkan lampiran berupa foto, file suara dan file video bila ingin memasangnya di blog miliknya.

Tentu saja, blogger tetap dapat mengelola, menulis, merevisi dan menghapus postingan-nya secara online di situs Posterous. Hanya saja masih terkesan lambat karena layanan ini berpusat di Negeri Paman Sam dan masih terbilang baru.

Layanan blog yang ditawarkan Posterous memang masih dalam tahap pengembangan. Namun, sudah tersedia fitur multiple author melalui lebih dari satu akun email. Artinya, satu blog dapat dikelola oleh banyak orang sekaligus dari akun email yang berbeda-beda. Tentu setelah melewati semacam proses verifikasi sederhana melalui email.

Posterous sesuai untuk blogger yang menyukai kepraktisan, tidak menuntut banyak fitur kompleks, memiliki konektivitas internet terbatas dan newbie. Tidak bisa dibandingkan dengan WordPress yang memang sudah matang dalam pengembangannya. Yang pasti, segmen penggunanya berbeda, tergantung kebutuhan masing-masing.

Setelah menjajal layanan tersebut, saya cukup puas. Coba lihat munggur.posterous.com. Memang saya tak akan menggantikan WordPress dengan Posterous. Hanya saja, fitur mengunggah gambar melalui lampiran merupakan fitur menarik bagi saya. Oleh karena itu, saya ingin menggunakan blog saya di Posterous untuk menaruh foto-foto saya. Dengan begitu saya tetap bisa menjadikan blog Munggur full text sehingga bisa dinikmati dengan nyaman di tanah air.

Dan ternyata blogger pengguna Posterous dapat mengunggah foto-foto dalam lampiran langsung ke akun Flickr. Praktis, kan? Sekali tepuk, dua pulau terlampaui. Selamat mencoba!

Tags: ,

Motortaxi

Apakah Anda tinggal di Bali? Tentu sudah mengenal terminologi Motortaxi yang beritanya dilangsir di Kompas dengan judul Motortaxi, Taksi Tanpa Argo di Bali.

Tentu saja, Motortaxi tak beda jauh dengan konsep wahana trasportasi yang sering disebut sebagai ojek. Bedanya terletak dalam pengelolaannya yang profesional. Dengan begitu, kenyamanan didapatkan oleh penumpang, kesejahteraan pengendaranya pun lebih terjamin dan operasionalnya tidak semrawut.

Hanya saja patut dicermati bahwa angkutan publik seperti ini bukan solusi jangka panjang. Pemerintah seharusnya memikirkan dan menyediakan trasportasi masal yang lebih memadai. Semisal, bus atau pun kereta listrik. Dengan begitu, kualitas udara dan kenyamanan lalu-lintas terjaga dengan baik.

Tapi untuk sekarang, Motortaxi cukup bisa diandalkan. Unik dan menarik. Ayo, siapa yang mau naik? Jangan lupa untuk pegangan di pinggang atau pundak mas-mas Motortaxi agar tak jatuh. Terutama untuk mbak-mbak dan ibu-ibu.

Tags:

Mencicip Yahoo! Zimbra Dekstop

Email merupakan salah satu perangkat komunikasi yang vital. Bukan hanya menghantar arus informasi dari kolega, teman, keluarga atau pun siapa saja yang dikenal, tetapi juga mampu menguatkan jalinan rasa pelepas rindu untuk saling menyampaikan tutur-kata.

Jenis email yang paling umum dipakai kebanyakan pengguna adalah webmail. Email yang bisa diakses langsung melalu perambah internet. Mudah digunakan, banyak yang gratis dan dapat diandalkan. Hanya saja pada waktu-waktu tertentu akan lebih praktis bila bisa mengakses email secara offline melalui aplikasi di dekstop. Semisal, biaya koneksi internet yang mahal.

Untuk mengakses email secara offline, terdapat program komputer, baik yang gratis mau pun yang berbayar, yang dinamakan email client. Selama ini kita sudah mengenal Mozilla Thunderbird, Apple Mail, Microsoft Outlook dan Eudora. Namun, ada satu email client baru bernama Yahoo! Zimbra Dekstop.

Zimbra diunduh gratis dan bisa berjalan di Mac OS X, Windows, Linux dan Solaris. Saya mencobanya dari Macbook dengan Tiger. Kemudian melakukan setup dua akun sekaligus, Ymail dan Gmail. Dan menjajal mengirim pesan email dari Zimbra dan ternyata bisa terkirim dengan cepat.

Masih diperlukan waktu untuk memahami cara kerja Zimbra. Hal ini dikarenakan konsep manajemen email yang cukup berbeda dibandingkan Thunderbird dan Outlook. Bagi Anda yang sudah menjajalnya, apa kesan Anda dengan fitur, performance dan navigasi Zimbra?

Tags: , ,

Perjalanan yang Menegangkan

Sebuah laporan dari Detik berjudul ‘Piknik’ ke AS yang Menegangkan mengingatkan saya tentang perjalanan hampir setahun yang lalu di Negeri Paman Sam tersebut.

Memang benar bila perjalanan tersebut membuat orang dag-dig-dug. Terlebih setelah peristiwa WTC beberapa tahun silam. Apa yang diceritakan di Detik tersebut tak mengada-ada. Bahkan, sebenarnya banyak warga negara Indonesia yang tak kesampaian ke sana karena berbagai alasan. Termasuk yang tak beralasan sekalipun. Meski pada umumnya disebabkan karena sikap paranoia negeri di belahan Utara Benua Amerika tersebut.

Rasa tegang terjadi saat 1) mengajukan aplikasi visa dan wawancara, 2) pemeriksaan sebelum naik pesawat dan 3) saat sampai di bandara di sana dan hendak melewati pintu imigrasi. Waktu terasa berjalan lambat dan rasa was-was pun mau tak mau muncul dengan sendirinya. Hanya bisa mencoba tenang meski tetap saja fitnes jantung.

Pengalaman yang tak terlupakan. Terutama bagi pengunjung yang berasal dari negeri yang tak disukai oleh AS dan berjenis kelamin laki-laki, pastilah menjadi langganan pemeriksaan. Jadi, bila berkesempatan ke sana, pastikan membawa barang-barang yang legal dan tidak aneh-aneh. Tingkah laku dan wicara juga dijaga dengan baik.

Dan, menurut rumor, akan ada kesempatan bagi saya untuk ke sana tahun ini. Hmm, menarik. Syukur, bila memang lagi hoki. Bila tidak, toh, sudah pernah ke sana. San Franscisco, tepatnya. I miss that place… Paling tidak, kadar dag-dig-dug saya pasti tak seperti dulu lagi.

Kangguru

Binatang itu kakinya empat. Tapi yang digunakan untuk menapak tanah hanya sepasang kaki yang besar. Sedangkan yang kecil di depan memiliki fungsi seperti tangan. Hewan ini memiliki ekor yang panjang untuk menjaga keseimbangan tubuh kala melompat-lompat.

Menjadi pertanyaan apakah binatang ini dapat dijadikan peliharaan. Lalu, apa saja makanan yang diasupnya? Apakah termasuk mamalia?

Bila ingin mengulik lebih banyak tentang Kangguru, silakan lihat Kanguru di Wikipedia. Kangguru atau Kanguru, tepatnya? Bila tak tahu wujudnya, coba lihat koleksi fotonya di Kangguru.

Muncul rasa penasaran, bagaimanakah rasa daging Kangguru? Karena katanya memang diperjualbelikan di beberapa restoran atau kedai makanan di Negeri Kangguru itu.

Lalu, apa nama makanan tersebut? Gulai Kangguru? Kangguru Penyet, Rica-rica Kangguru, Kangguru Tumis Kunyit, Oseng-oseng Kangguru, Kangguru Sangrai, Kangguru Asam Manis atau Kangguru ca Sawi? Bagaimana kalau Sate Kangguru, Sop Kangguru atau Kangguru Kuah?

Rupanya saya mulai melantur. Saya memang membayangkan sajian Kangguru saat ini karena sedang berbincang dengan teman lama yang menceritakan wisata kuliner makan daging hewan yang hobi melompat tersebut. Paling-paling dibuat menjadi Kangaroo Barbecue. Enakkah?

Tags: ,

Hukuman Mati

Nasib manusia di tangan Sang Khalik. Benar adanya. Hanya saja, manusia rupanya ingin mengatur hidup dan dunianya. Jadi, muncul hukuman mati. Mengakhiri hidup seseorang karena dianggap sudah melanggar hukum.

Bila tak dihukum mati, boleh jadi, orang yang melakukan kejahatan tersebut terus saja membunuh orang lain. Untuk menghindarkan kematian lebih banyak orang maka sang pelaku pembunuhan yang diakhiri hidupnya.

Pertanyaan muncul kala seseorang yang sudah bertindak khilaf ternyata bertobat. Apakah dia tetap harus menjalani huluman mati. Memang benar bahwa tak ada yang bisa menjamin bahwa orang tersebut bakalan tobat seratus persen.

Postingan ini ditulis untuk menanggapi artikel berjudul Hukuman mati di Indonesia. Yang sedang menjadi suatu pembicaraan hangat. Pantaskah peradilan di tanah air ‘mematikan’ orang yang membuat mati orang lain?

Polemik dalam pembelajaran manusia untuk menciptakan dunia aman sekaligus menjadi ‘tuhan’ bagi sesamanya di saat yang sama.

Tags:

OpenDNS, Fungsinya Apa?

Baru saja saya menemui dan mulai menggunakan OpenDNS dari laptop saya. Masih mencoba memahami apa keuntungan mengakses dunia maya dari OpenDNS. Terpapar melalui fitur-fitur dari penggunaan free DNS yang ditawarkannya.

Untuk mengetahui bagaimana cara kerjanya, coba silakan ulik How It Works. Wikipedia juga memiliki artikel penjelasan OpenDNS, saat ini artikelnya belum tersedia dalam bahasa Indonesia.

Sampai sini, saya juga masih belum paham apa yang dimaksud dengan OpenDNS. Hanya saja sepintas, OpenDNS dapat diandaikan seperti sebuah gerbang maya. Ada satpam yang berjaga di gerbang tersebut. Satpam itulah yang mengidentifikasi dan memilah URL dan/atau konten yang baik dan yang tidak diinginkan seperti spam, pornografi dan ilegal.

Mengapa satpam tersebut bisa mengenali yang baik dan yang jahat? Tentu saja bisa karena sudah dibekali dengan daftar yang dikumpulkan oleh pihak OpenDNS sendiri dibantu dengan komunitas OpenDNS.

Ide yang menarik dan bermanfaat karena membantu warga Netizen menjelajahi dunia maya sehari-hari tanpa rasa khawatir dari gangguan yang bisa jadi mampu menghadirkan mimpi buruk bagi korban tangan-tangan jahil yang berseliweran di internet.

Bagi yang paham dengan OpenDNS, tak perlu sungkan membantu menjelaskan dengan bahasa sederhana atau pengandaian yang mudah dimengerti melalui papan komentar di bawah ini.

Tags: