Dendam Kesumat dan Komputer

Saya terkejut mana kala mendapati seorang penulis buku yang membilang bahwa dendam bisa menjadi pendorong yang amat kuat bagi seseorang untuk meraih apa yang diingininya. Entah itu kesuksesan, keberhasilan atau pun hanya sekedar barang. Tak setuju saya dengan keyakinan seperti itu. Hanya saja, mau tak mau saya justru mengamininya. Sepakat dengan ide itu.

Mengapa? Coba ingat-ingat kembali film yang menampilkan pahlawan tangguh Bruce Lee dan Jet Li. Biasanya sang pelakon kalah duluan secara memalukan. Kemudian tertantang untuk mengalahkan lawan bebuyutannya. Di akhir cerita, menjadi pemenang.

Setali tiga uang dengan kebanyakan generasi orang tua kita. Hidup mereka dulu susah, makan pun tak mudah. Oleh karena secara finansial sekarang lebih baik, tentu setelah perjuangan yang melelahkan dan disertai pengalaman membanting tulang memeras keringat, banyak yang membalaskan dendam susah makan dengan mengasup sajian yang menggoyang lidah. Terkadang kebablasan. Kolesterol naik, kadar gula kelewat batas atau pun divonis harus melakukan diet khusus agar jantung atau liver tak lagi rewel.

Begitu pula dengan saya. Ada dendam yang berkaitan dengan komputer. Dulu, dulu sekali, rasanya susah sekali menggunakan komputer. Membuat skripsi di rentalan komputer, meminjam komputer yang tak boleh diutak-atik hingga membelenggu kreativitas atau pun berbagi fasilitas komputer umum yang berarti berbagi virus.

Dendam terbalaskan sudah kala saya berhasil memboyong Macbook dua tahun lalu, laptop yang selalu saya kagumi tiap kali menyambangi pameran komputer. Soalnya dalam pikiran saya, pokoknya kalau punya uang harus beli komputer paling baik.

Puas? Ternyata belum. Mata saya masih saja sibuk menatapi netbook-netbook yang dipamerkan. Ah, manusia… Dendam rupanya membuat saya buta kala menatap komputer yang bentuk dan ukurannya beraneka-ragam. Entah itu dekstop, notebook, laptop dan netbook.

Rupanya, dendam karena tak punya komputer membuat saya belum berhenti menginginkan komputer yang lebih baik dari yang saya punyai saat ini.

3 tanggapan untuk “Dendam Kesumat dan Komputer”

  1. Nama’a napsu mas, dituruti bablas,,,gak dituruti makan ati,,,wakakakakakaka,,,
    pinter-pinter aja memenej’a mas,,
    salam,,,
    pizzz!!!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s