Memaknai Kata Tak Bermakna

Sebuah kutipan dari John Locke. “So difficult it is to show the various meanings and imperfections of words when we have nothing else but words to do it with.

Manusia berkata-kata. Lisan dan tulisan. Lebih pintar berbahasa daripada saudara dekatnya para kera, monyet dan simpanse. Bahkan ada manusia yang lebih mahir memelintir kata dari tak berarti apa-apa menjadi sangat bermakna. Hanya saja, rupanya manusia lebih sering terjebak pada bahasa verbal.

Salah paham, salah sangka atau salah berkata-kata sering terjadi. Mungkin kemampuan berkata-kata tak merata. Ada yang memakai kata yang muluk-muluk susah diketahui artinya. Ada yang terlalu sederhana hingga tak mampu menghantar apa yang benar-benar dimaksudkan.

Justru bahasa yang terwakili oleh gerak tubuh, mimik wajah dan perilaku dapat mengekspresikan makna yang jujur dan lebih mudah dipahami. Sayangnya, manusia terlanjur mengamini pemakaian kata-kata secara berlebihan hingga kemampuan bahasa alami tergerus seraya waktu.

Hidup hanya sebentar, tak lebih dari sebuah kedipan Sang Kala. Tak ada maknanya dihabiskan untuk memaknai kata-kata yang kehilangan maknanya. Tapi tanpa kata-kata, manusia berpikir hidup kurang bermakna. Dan hari ini, anehnya, saya mencoba menemukan pemaknaan kata-kata dan justru tak lagi mampu berkata-kata…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s