Ajakan untuk Mencoblos Kertas Suara

Sungguh mengherankan ajakan seorang tokoh politik untuk mencoblos, bukannya mencontreng. Boleh saja. Toh, hak masing-masing orang untuk mempergunakan lembaran kertas suara yang dimilikinya.

Hanya saja ajakan tersebut cukup membingungkan. Bila dicoblos dan kemudian hasilnya kertas suara berlubang, bagaimana jadinya? Akankah kertas suara tersebut dinyatakan sah? Atau sebaliknya, yaitu tak sah sama sekali karena rusak. Aturan sudah dijelaskan dengan gamblang. Contreng. Bukan coblos.

Bayangkan bila kertas suara tersebut dianggap tak sah. Terlebih bila pemilih partai tersebut cukup besar. Itu sama saja dengan golput besar-besaran. Sia-sia belaka menghadiri bilik pemilu dan memberikan suaranya. Apa gunanya?

Pilihlah sesuai aturan. Bila aturannya mencontreng, ya contrenglah kertas suara. Memang proses contreng-mencontreng agak membingungkan masyarakat luas. Tapi bila sebuah partai tak mampu untuk ‘mengajarkan cara mencontreng’ bagi pemilih setianya, bagaimana bisa mengelola negara dan menyejahterakan rakyatnya.

Jadi tak boleh protes bila seorang pemimpin ‘menggembosi’ peraihan suaranya sendiri dengan ‘merusak secara sengaja’ kartu suara yang sejatinya mewakili suara masyarakat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s