Industri Rokok

Usaha sigaret yang membikin asap mengepul memang laris manis. Bahaya bila menghisapnya tapi tetap saja banyak yang menghisapnya. Harga sembako naik, banyak yang protes. Mahalnya harga rokok, tak berpengaruh karena ada semacam keharusan menghisapnya. Bahkan, yang penting merokok dan rela kelaparan. Kelihatan jelas, industri ini menggiurkan karena sangat menguntungkan.

Lalu, tiba-tiba muncul rencana pemerintah untuk mengendalikan industri rokok ini. Seperti dalam artikel Dilarang, Pemain Baru Masuk di Industri Rokok, jelas bahwa pemerintah sepertinya akan menolak perusahaan rokok besar yang ingin ikut menikmati kue usaha bakar-bakar tembakau ini.

Salut. Itu yang terlintas di benak. Akhirnya pemerintah sadar untuk tak menambah banyak penderita paru-paru, kanker dan gagal janin yang dipicu racikan beracun dari batangan rokok. Kemudian, kata ‘tapi’ muncul di otak saya.

Tak ada pemain baru bukan berarti industri rokok tak bisa ekspansi dan berkembang. Bahkan, makin asyik melenggang karena tak bakal ada kompetitor baru yang muncul. Hal ini bisa jadi akal-akalan pemegang regulasi dengan para pengusaha lama. Terbatas jumlah pemainnya tak serta merta menjadikan pasarnya menciut.

Pada akhirnya saya hanya manggut-manggut. Yang dibutuhkan adalah bagaimana mengurangi produksi rokok yang didistribusikan di dalam negeri. Dengan begitu, makin banyak generasi bangsa yang kesehatan dan umurnya didiskon oleh Nikotin dan teman-temannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s