Bom Atom, Kematian dan Kemerdekaan

Sekarang masih Bulan Juli. Belum tampak hingar-bingar perayaan kemerdekaan yang terjadi di Bulan Agustus. Mengapa Agustus dan bukan bulan lainnya? Sederhana, ada hubungannya dengan bom atom yang dijatuhkan oleh Negeri Paman Sam di Nagasaki dan Hiroshima.

Tak ada bom atom, rasanya susah membayangkan kemerdekaan menjadi milik beberapa negara-negara di Asia. Bahkan China pun keok menghadapi Jepang. Jangan ditanya nasib Korea dan Filipina yang sangat dekat secara geografis dengan Kepulauan Jepang. Bahkan, pasukan gabungan milik sekutu masih harus susah payah menekan pasukan Kekaisaran Jepang dari segala arah.

Memang bom atom berakibat tragis. Bom yang kejam tersebut merenggut ribuan korban. Bila masih hidup pun, belum tentu selamat dari serangan radioaktif pemicu berbagai penyakit dan cacat yang sadis. Kita sepakat, bom atom tak seharusnya digunakan apa pun alasannya terhadap siapa pun jua.

Hanya saja, coba kita bayangkan, berapa ratus juta orang akan tewas sia-sia dalam korban berkepanjangan antara pasukan Jepang melawan negara sekutu ditambah dengan perlawanan negara-negara jajahan Jepang. 3,5 tahun Jepang di Indonesia saja mampu menyengsarakan dan membinasakan lebih banyak manusia berlipat-lipat dibanding kisaran waktu yang sama dalam era Kolonial Belanda. Lebih brutal, lebih kejam.

Tak akan pernah selesai diskusi semacam ini. Namun, Sang Kala sudah membuktikan. Tanpa bom atom yang mematikan, tak ada pula kemerdekaan. Membunuh segelintir insan manusia untuk menyelamatkan lebih banyak jiwa. Kejam memang. Itulah dunia.

Iklan

3 Replies to “Bom Atom, Kematian dan Kemerdekaan”

  1. Halo Bung Munggur, sudah lama tak berkunjung ke sini.

    Menanggapi tulisan Bung Munggur:
    “Tak ada bom atom, rasanya susah membayangkan kemerdekaan menjadi milik beberapa negara-negara di Asia. Bahkan China pun keok menghadapi Jepang. Jangan ditanya nasib Korea dan Filipina yang sangat dekat secara geografis dengan Kepulauan Jepang. Bahkan, pasukan gabungan milik sekutu masih harus susah payah menekan pasukan Kekaisaran Jepang dari segala arah.”

    Sepertinya kita punya dua referensi yang berbeda. Kalau info yang saya punya, Jepang justru sudah kewalahan menghadapi sekutu, apalagi ada gelagat Uni Sovyet akan segera begabung dan menggempur dari barat Jepang. Iwo Jima pun sudah jatuh ke tangan Sekutu. Kejatuhan Imperial Jepang tinggal masalah waktu (yang tidak akan lama lagi). Berhari-hari sebelum bom Atom dijatuhkan, kota-kota di Jepang malah sudah rutin dihujani bom oleh pesawat pembom Amerika Serikat, kecuali beberapa kota termasuk Hiroshima dan Nagasaki. Katanya sih karena mereka (AS) ingin melihat hasil bom atom secara maksimal. Besar kemungkinan bahwa bom atom di Jepang ini tidak lebih dari ‘sekedar’ percobaan (eksperimen) sekaligus ‘show off’ pada Uni Sovyet yang akan jadi lawan AS di perang dingin.

    Ironis.

    Suka

    1. ada benarnya bung goio. terlewat dengan peristiwa iwo jima, rupanya. tetap saja, bila sekutu + uni soviet bergabung merangsek ke jepang, tentu ada pendaratan pasukan dan seterusnya. toh, warga jepang makin banyak yang tewas. dan tentara2 jepang ayng terlantar pasti akan panik, jauh lebih sadis dan membabi buta. ini yang sebetulnya sama-sama akan menambah jumlahan korban jiwa.

      Suka

      1. Saya rasa kita semua akan setuju kalau saya mengatakan bahwa jumlah korban sipil akibat pendaratan pasukan akan lebih sedikit daripada korban sipil akibat bom atom. Kalau terjadi perang terbuka, saya yakin penduduk sipil sudah akan mengungsi jauh-jauh dari medan pertempuran.

        Yah, tapi ini semua hanya berandai-andai (dan pendapatku pribadi), karena tokh sejarah tidak dapat diubah :-)…

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s