Rasa Bosan dan Gairah Hidup

Sebuah kutipan singkat yang memikat baru saja saya temukan di Facebook. "Boredom: the desire for desires", yang berasal dari novel Anna Karenina, karangan Leo Tolstoy.

Ada benarnya. Kala seorang insan dilanda rasa bosan yang sangat, justru di titik itulah, dia menghendaki suatu hal yang menggairahkan. Rasa bosan menjadi indikator perlunya perubahan yang mendesak. Bila bosan tak muncul, artinya segalanya baik-baik saja dan menyenangkan. Bukan, begitu?

Yang paling menakutkan dari kebosanan adalah berkurangnya gairah hidup. Hidup serasa tak ‘hidup’. Kemarin begitu, hari ini begitu juga dan besok begitu-begitu lagi. Stagnan, garis mendatar tanpa gejolak naik dan turun.

Rasa bosan rupanya bisa berubah. Yang bagus tentunya mengubah hidup atau perspektif akan hidup sehingga menjadikan hidup lebih berwarna, lebih bergairah. Yang berbahaya, seseorang kehilangan rasa bosan dengan hidupnya yang membosankan, bukan karena berubah, tapi karena kebosanan menyatu dengan hidupnya. Menerima bahwa ‘beginilah hidup itu seharusnya’.

Bila bosan muncul, bersyukurlah bahwa itu berarti kita masih merindukan gairah hidup. Jadi tepat adanya bila "kebosanan adalah keinginan untuk (hidup yang) penuh gairah". Mari, hidup dengan lebih bersemangat biar tidak bosan hidup. Bikin hidup lebih hidup!

Iklan

One Reply to “Rasa Bosan dan Gairah Hidup”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s