Berandai-andai

Berandai-andai itu sudah biasa dilakukan banyak orang. Namun, berandai-andai membuat manusia kehilangan akal sehat. Berpikir yang tidak-tidak dan bisa jadi hanya memperbesar rasa khawatir. Boleh jadi membuat seseorang gelap mata atau minimal depresi tak karuan.

Berandai-andai membuat pikiran hilang tersesat. Sesuatu yang belum terjadi tapi diandaikan sudah berlangsung. Tentu konsekuensinya bisa berbeda dengan yang dibayangkan.

Berandai-andai jelas membuang-buang waktu. Tak ada hentinya. Malah bisa jadi candu. Toh, bila berandai-andai sekian lama, tak berarti masalah berakhir dengan sendirinya.

Beranda-andai tak menyelesaikan masalah. Membuat seseorang tak berani beranjak dari alam tak nyata di dalam otak ke kehidupan nyata. Berputar-putar di lingkaran yang sama, berjalan di tempat.

Berhenti berandai-andai. Buka panca indera untuk mencerap fakta, pikirkan dengan matang cara menuntaskan problema agar tak terseok menjadi dilema semata. Mari bangun, hadapi dunia nyata dengan perbuatan nyata!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s