Ricuh Bagi-bagi Sembako

Kesalahan yang fatal lagi-lagi diulang. Membagi sembako untuk orang miskin yang membutuhkannya tetapi prosedurnya tidak dipikirkan dengan matang hingga timbul korban jiwa. Tahun-tahun yang telah lalu terjadi kericuhan. Tak luput juga tahun ini. Bukan poin pahala yang didapat, justru hujatan dan makian dari keluarga yang menjadi korban tewas terinjak-injak atau sekedar luka-luka.

Kali ini giliran seorang pejabat negara, Fauzi Bowo, yang menjadi contoh ‘bagi-bagi rejeki secara tidak bijak’. Seorang pejabat seharusnya punya pikiran yang cerdas dalam mendistribusikan sembako. Hanya saja tak terbukti, buktinya warga yang tak punya saling rebutan membabi-buta. Lalu, jatuh korban. Maaf pun dilontarkan. Padahal bila direncanakan matang-matang, tak perlu menanggung malu karena tak becus ‘berbuat baik’.

Lagipula, tak perlu membagi sedekah hanya kala saat Hari Raya. Seperti juga bagi-bagi kala hendak pemilihan umum. Jelas motivasinya. Agar mendapat pahala, juga dipandang masyarakat. Bila memang tulus, berikan sedekah kala warga miskin membutuhkannya, tanpa pamrih. Benar, kan?

Jadi, bagaimana Lebaran tahun depan, 2010? Apakah kebodohan yang dilandasi ‘niat baik’ tetap akan terjadi? Bersedekah tak cukup hanya melibatkan niatan tulus tapi juga cara memberikannya. Agar bagi-bagi rejeki memang menjadi berkah bagi semua pihak.

Iklan

2 Replies to “Ricuh Bagi-bagi Sembako”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s