PDIP, Mencari Posisi atau Menjadi Oposisi?

Dalam ranah politik, mendapat posisi dalam kabinet atau pemerintahan pastilah lebih menguntungkan dibanding sekedar menjadi pihak oposisi. Boleh dibilang, kalau dapat posisi, lumayan dapat porsi cipratan rejeki. Sedangkan oposisi, protes melulu tapi tak dapat apa-apa. Jadi, jelas-jelas beda meskipun masih sama-sama berkiprah untuk melayani masyarakat dan bangsa.

Nah, artikel bertajuk Sikap Oposan PDIP Dinilai Hanya Memanas-manasi Rakyat sungguh mengundang tanya. Sebenarnya apa sih maunya Si Banteng Moncong Putih ini? Katanya memilih untuk memperjuangkan aspirasi rakyat dengan cara menjadi oposan. Tapi kok ya masih bersemangat mencari kursi pemerintahan. Ada dua sisi yang berbeda.

Tentu aneh bila sebuah partai mengatakan dirinya akan menjadi oposan tetapi memiliki orang-orang partai yang sama duduk di dalam pemerintahan. Bukan, bukan autokritik. Justru, tekad menjadi oposan menjadi melemah. Apalagi mereka yang ‘ingin duduk di tampuk pemerintahan’ juga mereka yang tergolong elit partai. Tak mungkin, atau ‘tak etis’, bila para anggota partai mengkritik pemimpin-pemimpin partai mereka sendiri. Bisa-bisa ‘kualat’, pasti dianggap tak tahu diri. Bukan, begitu?

Jadi, bagaimana ini? Mencari posisi atau menjadi oposisi? Mungkin, ada kesepakatan tersendiri, bila tak dapat posisi maka langkah berikutnya menjadi oposisi. Bila mendapat kursi? Ngapain repot-repot menjadi oposisi. Masuk akal, kan?

Lumrah bila Si Banteng Moncong Putih goyah dan limbung menentukan arah, soalnya pemimpin utamanya juga sering berubah-ubah…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s