Tuntutan Adegan Panas dalam Film

Rupanya di tanah air selalu ada pemberitaan di infotainment mengenai selebritis yang menuntut rumah produksi karena menampilkan adegan panas tanpa seijin yang punya badan molek.

Rekayasa semata sebagai viral marketing? Atau memang benar terjadi? Mungkin pertanyaan yang paling tepat adalah "mengapa hal ini bisa terjadi?" Bukankah sudah ada kata sepakat antara pemain film dengan rumah produksi dan segenap kru film.

Adegan panas boleh jadi tuntutan peran. Bila sudah ada hitam di atas putih, tentu harus diperankan karena sudah disepakati bersama sesuai dengan alur cerita.

Bagaimana bila sudah diamini bahwa suatu adegan tak boleh muncul karena artisnya tak setuju? Bila memang sesuai kontrak bahwa harus bugil, ya artinya sang artis menyalahi kontrak. Makanya, membaca kontrak itu penting.

Lalu, kok bisa ramai-ramai artis menuntut rumah produksi? Mungkin memang rumah produksi ‘nakal’ dengan menyertakan adegan yang harusnya tak boleh ditampilkan. Tapi kok bisa kena syuting? Tanyaken saja pada artisnya kok mau-maunya syuting adegan yang tak sreg di hatinya.

Iklan

3 Replies to “Tuntutan Adegan Panas dalam Film”

    1. bila memang rekayasa, memang cara seperti itu manjur untuk mendongkrak popularitas. popularitas berarti kontrak bisnis baru (baca: fulus). sesuatu yang normal terjadi di dunia hiburan. toh, semua juga terhibur.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s