Umbrella Girl yang Beda Nasib

Pernah nonton kejuaraan balap motor? Pernah jalan-jalan ke Candi Borobudur? Sepertinya tidak nyambung. Tapi sadarkah Anda bahwa ada profesi yang mirip di antara keduanya. Umbrella girl. Sama-sama bawa payung. Bedanya?

Ah, seharusnya tak perlu lagi ditanyakan bedanya. Pasti beda. Pembalap akan dipayungi gadis pembawa payung padahal tak hujan. Sedangkan di sekitar lokasi situs purbakala tersebut, bila hujan maka yang menyewa payung harus membawa payungnya sendiri.

Penampilannya pun beda. Yang satu seksi, bahan pakaiannya pun minim. Sedangkan yang satunya lagi, ya seadanya saja. Bila kelihatan memelas malah lebih baik.

Tentu, umbrella girl yang boleh jadi memiliki profesi ganda sebagai model sering menjadi objek foto. Lebih menarik ‘menjepret’ mereka dibanding mengambil gambar motor atau pun pembalapnya. Peduli amat. Nah, pembawa payung satunya justru harus minggir sejauh-jauhnya agar tak mengganggu pemilihan sudut fotografi subjek foto.

Hanya saja harap diperhatikan kata-kata untuk menggunakan jasa mereka berdua. Bila hujan datang, tentu Anda bisa bilang, "Mbak, saya pake ya (payungnya)." Bila kata yang sama digunakan kepada gadis seksi yang menyemarakkan balapan, boleh jadi Anda akan ditampar. Dianggap tak sopan. Kecuali bila sang pembawa payung ternyata memiliki profesi ganda yang ‘istimewa’. Itu lain soal.

Iklan

2 Replies to “Umbrella Girl yang Beda Nasib”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s