Gerhana Matahari

Konon, menurut relief yang terukir di Candi Prambanan, bila matahari menghilang sementara, itu karena ada kepala raksasa tanpa badan yang sedang melahap Sang Surya. Hanya saja, karena raksasa yang hidup abadi tersebut tak lagi memiliki badan maka Si Matahari keluar lagi. Kembali menerangi dunia dan insan manusia.

Katanya nenek dan kakek, bila ada gerhana matahari maka menjadi pertanda akan sesuatu yang buruk terjadi. Entah itu malapetaka, prahara atau pun bencana yang sanggup merenggut korban jiwa dan harta. Jadi, harus mulai hati-hati bila langit gelap sesaat di siang bolong.

Lalu, di jaman modern ini, banyak yang mengganggap gerhana matahari sebagai obyek fenomena alam yang patut diabadikan melalui kamera, diperbincangkan secara ilmiah dan diberitakan kemana-mana. Pesan bahwa ‘akan ada prahara’ menjadi kabur.

Padahal mungkin saja, gerhana matahari bisa menjadi tanda ‘ada apakah gerangan’ di masa depan? Malah, gelap sesaat menjadi hiburan yang menarik. Betul, kan?

Iklan

One Reply to “Gerhana Matahari”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s