Mencintaimu Selamanya

Begitulah kira-kira judul lagu yang dilantunkan oleh Shania Twain, Forever And For Always. Jadi bukannya hanya dalam hitungan minggu atau bulan. Tapi tak ada batas waktunya. Tentu hingga maut memisahkan.

Apakah itu yang disebut cinta sejati? Ah, sebagian dari Anda akan segera berujar, “bah, makanan apa itu?” Ada yang percaya. Ada juga yang tak percaya. Terserah pribadi masing-masing bukan.

Bahkan ada yang menyatakan bahwa cinta sejati itu cinta yang tak kesampaian. Jadi sampai tua juga masih diingat. Kok? Coba bayangkan perasaan saat masih pacaran. Asyik, kan? Hidup diwarnai dengan bunga-bunga yang semerbak wanginya. Surga di dunia.

Tapi faktanya lain setelah sejoli tersebut bersatu. Disibukkan mengurus anak, membayar berbagai rekening, mengangsur kredit rumah, bekerja mencari sesuap nasi untuk mulut yang lebih dari satu. Belum lagi bila pelbagai permasalahan pribadi muncul. Tentu disertai dengan penyakit yang makin aneh namanya seraya umur menua.

Berangsur-angsur cinta yang membuncah menguap. Makin lama wangi bunga masa pacaran memudar. Dan orang-orang pun mulai membilang, “Selamat datang di realitas!” Cinta sejati? Ah, tak mengerti. Lebih nikmat menikmati lagu di bawah ini sembari melamun bisa Forever And For Always dengan mbak Shania….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s