Cinta dan Kebiasaan Jelek

Wah, lagunya Shania Twain ini memang unik untuk diulik liriknya. Tentu selain didengarkan. Judulnya I Ain’t No Quitter. Aku bukan orang yang gampang menyerah. Kira-kira seperti itu terjemahannya.

Jadi meskipun kekasihnya itu memiliki habit yang kurang menyenangkan, mbak Shania ini tetap tak menyerah untuk bersamanya. Dengan harapan, sang kekasih akan berubah sedikit demi sedikit menjadi pribadi yang lebih baik. Cinta memang menjadi kekuatan tersendiri. Cinta, gitu loh! Masuk akalkah hal seperti ini?

Boleh-boleh saja. Tak ada salahnya mencoba mencintai seseorang dengan apa adanya sembari berusaha meng-upgrade kualitas pasangan hati. Hanya saja perlu diingat bahwa kebiasaan-kebiasaan yang buruk tak mudah hilang. Bisa jadi maksud hati ingin memperbaiki seseorang tapi malah terjerumus ke dalam kesalahan yang sama. Semisal, kecanduan narkoba, suka berjudi atau malas bekerja. Terlebih bila kebiasaan jeleknya adalah suka selingkuh. Wah!

Bila memang tak ada perubahan, lupakan saja. Sang Kala tak akan berhenti hingga Life must go on. Toh, masing-masing orang bertanggungjawab terhadap diri dan hidup mereka sendiri. Tak seharusnya cinta membutakan. Sekedar cinta sebagai modal tentu tak cukup. Harus ada pikiran jernih yang masih masuk akal.

Lagipula bila sang kekasih hati benar-benar mencintai, toh, seyogyanya dia akan meninggalkan kebiasaan jeleknya. Pilih kebiasaan jelek atau sang kekasih hati. Gitu aja kok repot!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s