Parpol atau Ormas?

Siapa saja juga tahu bedanya parpol dengan ormas. Yang pertama adalah partai politik yang memang menggalang kekuatan untuk dapat bagian dari sistem pemerintahan. Sedangkan yang terakhir adalah institusi yang diperuntukkan untuk masyarakat tanpa pretensi politik.

Apakah suatu organisasi bisa digolongkan sebagai keduanya? Mungkin tidak karena sangat berlawanan. Namun bila suatu ormas menjelma menjadi parpol, mengapa tidak? Bisa saja terjadi. Berkebalikan dengan parpol yang kemudian berganti haluan menjadi ormas. Sepertinya mustahil.

Lalu bagaimana dengan Nasional Demokrat yang diketuai oleh Surya Paloh? Saat ini memang dikategorikan sebagai ormas, demikian klaim dari para pendirinya. Hanya saya, seperti yang dilangsir oleh Vivanews dengan artikel Nasional Demokrat Bisa Saja Jadi Parpol, sang pendirinya tak bisa menjamin apakah organisasinya akan tetap menjadi ormas selamanya. Jadi?

Kicauan pun terdengar ramai. Ah, itu kan hanya ganti cap saja. Esensinya tetap sama, parpol dengan tujuan politik. Bila memang konsisten dan fokus membantu masyarakat, bila berani, segera keluarkan pernyataan yang menjamin organisasi yang dibentuk akan tetap menjadi ormas selamanya. Tak perlu seperti serigala berbulu domba. Toh, kita semua juga tahu.

Iklan

2 Replies to “Parpol atau Ormas?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s