Perhelatan Sepakbola dan Perilaku Penonton

Terbersit keinginan yang sangat besar bagi pengurus sepakbola di tanah air untuk mencalonkan diri sebagai penyelenggara hajatan besar sepakbola, Piala Dunia. Kontan banyak peminat sepakbola yang bersorak senang. Hanya saja, jauh lebih banyak yang mencibir, mencemooh dan mentertawakan ambisi yang kelewat besar itu.

Alasannya sederhana. Kapasitas stadium yang tak memadai, transportasi yang tak bisa diandalkan, minimnya kemampuan menyelenggarakan perhelatan olahraga dalam skala besar dan tak cukupnya uang untuk mendanai keseluruhan ongkos Piala Dunia. Dan yang teramat penting adalah perilaku penonton yang anarkis. Tak aman bermain bola di tanah air.

Coba tengok saja ulah oknum bonek yang melakukan kekerasan secara masal. Bila pendukung kecewa, stadium sepakbola rusak parah. Bila pendukung senang, toko dan restoran diserbu tanpa mau membayar. Bayangkan bila Lionel Messi terkena timpukan batu, Cristiano Ronaldo diserbu penonton untuk diminta kaos dan sepatunya atau turis penonton sepakbola dari manca terkena palak dari oknum aparat keamanan. Sungguh memalukan jadinya.

Bahkan, negara Italia yang terkenal akan budaya sepakbola pun terkena imbas tak dicalonkan menyelenggarakan Piala Eropa karena perilaku kasar para oknum tifosi di sana. Lebih kurang sama dengan kebanyakan penonton di tanah air yang bisa membakar kursi stadium untuk mengekspresikan rasa kecewa klub kesayangan mereka.

Jadi tak perlu menyelenggarakan Piala Dunia bila dunia sepakbola di tanah air masih kacau balau. Terlebih bila tim tanah air hanya bisa menjadi penonton di ajang sepakbola paling bergengsi hanya gara-gara tak lolos masa pra-kualifikasi. Bukankah, begitu bung?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s