Menonton Video Biru

Terus terang saya bosan melihat paparan mengenai skandal video mirip Ariel. Entah liputan dramatis acara infotainment, artikel sok tahu di pelbagai blog, hujatan tanpa fakta para pemimpin agama hingga pejabat pemerintah (kurang kerjaan) yang mengecam peristiwa semacam ini. Padahal ada Piala Dunia yang membahana, tumpahan minyak di Teluk Meksiko hingga berbagai kasus abadi yang tak terpecahkan semacam Lapindo hingga Century.

Lalu, muncul razia video biru di sekolah, di tempat jualan keping VCD hingga ke kantor-kantor. Untuk apa? Toh, bila memang ingin menyimpan video tersebut, sang pemilik video pasti menyimpannya rapat-rapat. Juga bisa dihapus lalu unduh lagi dari internet dan rekan lainnya. Tindakan yang terlambat dan tak manjur. Bahkan, semakin besar usaha bersih-bersih video, makin besar pula animo untuk melihatnya. Seperti api yang diguyur minyak.

Tak perlu mengecam pengedar video dan pelakunya, tak perlu memblokir internet, tak perlu pula ‘tampak serius’ membersihkan peredaran video intim. Cukup dengan menumbuhkan logika dan menyuburkan iman masing-masing. Bila semua orang sibuk bekerja, begitu pula sibuk beribadah; toh, tak akan sibuk mencari video biru tersebut dan menontonnya.

Seperti halnya rokok. Tak perlu dilarang. Bila orang sadar bahaya rokok pastilah tak akan menghisapnya. Setali tiga uang dengan video biru. Hanya anehnya, di tanah air yang negaranya berlandaskan agama, orang ramai untuk mengunduhnya. Lagipula gambarnya tak jelas-jelas amat. Lebih bagus film biru dari Negeri Sakura yang jelas-jelas diproduksi oleh industri esek-esek.

Suatu fenomena yang absurd terulang, seperti beberapa bulan yang lalu saat Maria Ozawa hendak main di salah satu film nasional. Absurd, sungguh!

Iklan

One Reply to “Menonton Video Biru”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s