Girl Power atau Sekedar Komoditas?

Makin sering diekspos di televisi atau pun di internet berbagai grup penyanyi perempuan dari Negeri Ginseng. Tak banyak yang mengerti lirik dalam Bahasa Korea, toh, tetap saja mereka digemari, dipuja bahkan diidolakan di tanah air juga di belahan dunia yang lain. Terlontar ide Girl Power. Mereka ini mampu menyanyi, menari dan menghibur. Tenar pula. Lihat saja nama grup mereka, Wonder Girl dan Girl’s Generation. Sungguh meyakinkan. Coba lihat video mereka.

Kita sepakat bahwa mereka cantik, menarik, menggoda, sekaligus menghibur. Seksi dan boleh jadi merangsang syahwat. Mulus-mulus dan goyangannya asyik dilihat, jauh lebih nikmat daripada goyangan Inul yang sebenarnya lebih dahsyat. Meski vokal pas-pasan yang penting tetap bergaya. Girl Power? Atau justru sebaliknya, menjadi sebuah komoditas belaka. Eksploitasi gadis muda yang masih ranum demi mengeruk keuntungan.

Dan tentu banyak gadis belia penggemar mereka yang percaya bahwa grup penyanyi ini benar sempurna. Menjadi idaman banyak lelaki juga perempuan. Tak ada yang tak enak dilihat. Too good to be true? Banyak gadis belia yang ingin memiliki penampilan yang sama dengan mereka. Menjadi mahkluk cute yang imut. Padahal konon para gadis Korea itu terkenal memiliki wajah dan tubuh cantik dan ramping karena operasi plastik. Yang sudah tersohor bahwa permak wajah dan tubuh menjadi suatu yang jamak di sana.

Tataran cantik menarik pun berubah. Pengaruhnya begitu kuat pada gadis belia yang menjadi korban. Cara pikir yang salah bahwa girl power sama dengan memiliki wajah dan tubuh cantik dan seksi. Bukan, bukan itu. Ada yang memborong produk kecantikan secara berlebihan, ada juga yang terkena Anorexia karena diet berlebihan, ikutan operasi plastik tak sesuai standar hingga terjadi malpraktek. Bahkan kecantikan ragawi tak bertahan lama. Memudar.

Sangat disayangkan. Salah kaprah mengenai girl power malah menjadi bumerang bagi para gadis belia. Justru kehilangan identitas, juga percaya diri yang sejati, bukan semu. Penampilan memang perlu. Tapi tak seyogyanya seperti itu. Lagipula banyak bintang-bintang tersebut yang akhirnya merasa kehilangan dirinya sendiri meski tampil jauh lebih menawan. Pernah dengan istilah inner beauty, kan?

Iklan

One Reply to “Girl Power atau Sekedar Komoditas?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s