Candu Elektronik

Lost in Electronica. Demikian judul artikel dari Newsweek yang saya baca tadi pagi. Sungguh menggugah karena relevan dengan pemandangan jamak di sekitar kita.

Ada yang selalu sibuk memandangi piranti genggam mereka untuk mengecek surel atau membalas BBM. Dengarkan musik yang menghentak telinga dari pemutar MP3 dan seketika menjadi tuli. Tenggelam dalam permainan PSP atau Nintento. Menarikan jari di atas lapisan kaca iPad. Juga mereka yang kemana-mana membawa laptop.

Bukan hanya di kantor kita melihat hal seperti itu. Juga di restoran, di jalan dan transportasi publik. Yang lebih mengenaskan, di rumah termasuk di tempat tidur. Tak aneh bila perangkat elektronik tersebut, apapun bentuknya, bisa selalu berada dalam genggaman. Bahkan, menjadi teman tidur.

Ada ‘keintiman’ di sana terhadap barang elektronika tersebut. Nilainya lebih dari sekedar butuh atau hanya dipakai bila diperlukan. Keterikatan yang tampak dengan jelas. Mungkin juga bisa disebut candu. Ketagihan rasanya bila tak menyentuh dan memakainya. Toh, candu memang menghibur. Membuat senang. Namun jenis kecanduan ini tak dianggap kecanduan seperti halnya kecanduan akan rokok, narkotika dan seks. Padahal jelas-jelas sudah ada tempat rehabilitasi untuk detox candu elektronika.

Bagaimana dengan Anda, sudah mulai kecanduan memakai piranti elektronika? Mungkin ada baiknya sungguh mengurangi pemakaiannya tanpa harus memakai alasan perlu dipakai atau 1001 argumen lainnya. Ah jadi ingat dengan bentuk kecanduan lainnya. Coba baca artikel Virtual farm games absorb real money, real lives.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s