Pemblokiran Konten Porno

Ramai di dunia maya maupun di dunia nyata mengenai pemblokiran konten porno. Bahkan Menkominfo pun terlihat sibuk dengan urusan konten dewasa yang rupanya marak diasup oleh pengguna internet di tanah air. Baik melalui komputer dekstop atau pun piranti genggam. Wacana moralitas, hukum agama dan tata susila publik masuk dalam wilayah informasi dan hiburan elektronik. Melawan tingginya permintaan konten porno dan kebebasan mengasup informasi apapun itu.

Beberapa pertanyaan mengemuka. Perlukah blokir? Bagaimana menerapkan blokir? Siapa saja yang berhak memblokir? Konten yang bagaimanakah yang diblokir? Teknologi apa yang hendak dipakai untuk memblokir konten? Terlalu kompleks sepertinya.

Seketat apapun pemblokiran, tetap saja ada 1001 cara untuk mendapatkan konten porno tersebut. Sembunyi-sembunyi dan bahkan dengan terbuka. Intensitas pengguna menikmati konten porno mungkin berkurang sesaat tapi tetap saja akan meningkat sesuai dengan makin tingginya tingkat penetrasi internet dan piranti genggam di tanah air.

Justru yang lebih efektif adalah penggunaan internet dan piranti genggam yang bijak dan sehat. Tentu dari pihak pengguna sendiri. Toh, bukannya negara kita ini menganut banyak agama. Dengan asumsi imannya kuat dan bukan memeluk agama secara KTP, pasti pengguna dengan sendirinya tak akan mengakses konten yang sesat dan tak sehat.

Bebaskan saja konten porno. Namun, di sisi lain, kampanyekan internet sehat dengna lebih bijak dan lebih luas ke masyarakat pengguna internet. Kampanyekan yang positif dibanding menekan yang negatif.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s