I left my heart in San Francisco

Tiba-tiba terdengar lantunan lagu berjudul I left my heart in San Francisco saat mengulik lagu Jazz dari iTunes Radio. Frank Sinatra menyanyikannya dengan mendayu-dayu seperti biasa.

Liriknya cukup menggugah. Cable cars kecil yang mendaki bukit. Kabut di pagi hari yang kerap menyeruak timbulkan misteri. Beserta matahari keemasan yang bersinar terang. Sungguh lirik yang romantis melankolis. Suka saya mendengarnya.

Ya, kota yang terletak di California tersebut terkadang memang membuat saya merinding. Ada rasa kangen dengan kota tersebut. Saya memang jatuh hati dengan kota berinisial SF tersebut.

Namun, SF bukan satu-satunya kota di mana saya bisa jatuh hati. Baru-baru ini Kyoto merebut hati saya. Bila ada kesempatan, semoga bisa main ke kota di daerah Kanto tersebut.

Mengenang San Francisco saat dengarkan lagunya, ada asa untuk bisa ke sana lagi suatu hari nanti. Kapan, ya?

Iklan

2 Replies to “I left my heart in San Francisco”

  1. “Baru-baru ini Kyoto merebut hati saya. Bila ada kesempatan, semoga bisa main ke kota di daerah Kanto tersebut.”

    Mau koreksi sedikit, Bung Munggur. Kyoto itu berada di daerah Kansai, bukan Kanto. Kanto itu sebutan untuk daerah Tokyo dan sekitarnya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s