Becak, Transportasi Lokal yang Unik

Banyak wilayah di Asia memiliki corak ragam becak. Kendaraan yang umumnya tak bermesin dan beroda dua atau tiga. Ada yang ditarik seperti di Jepang dan India. Ada juga yang memiliki mekanisme sepeda seperti di Indonesia.

Kelihatannya memang kurang manusiawi. Maklum, becak ditenagai oleh manusia. Tentu penuh peluh dan capai demi beberapa lembar uang untuk membuat dapur tetap berasap. Tapi ada sensasi tersendiri saat menaiki becak.

Kendaraan yang ramah lingkungan karena tak mengeluarkan sisa pembakaran ini tak selalu bernasib baik. Dianggap mengganggu lalu-lintas karena tak bergerak dengan cepat dan kadang tak mau menuruti aturan yang berlaku.

Padahal bila dikelola dengan baik, becak dapat menjadi objek wisata yang menarik. Seperti halnya becak yang ditarik seperti yang terdapat di Nara, Jepang. Juga becak yang pengemudinya di depan seperti di Beijing yang lincah melalui hutong, jalanan sempit di perkampungan model jaman dulu.

Ada baiknya bila becak di Yogyakarta diberi insentif agar penampilan becaknya lebih bagus. Juga pemberian subsidi agar kelayakan hidup pengemudinya membaik. Yogya tanpa becak rasanya kurang menarik. Karena becak yang berlalu-lalang mewarnai kota budaya ini, pagi hingga malam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s