Tumpul dan Buntu

Siang tadi rupanya saya menemukan diri saya tercenung sewaktu hendak menulis artikel pendek. Buntu. Jalan pikiran tak menemukan alurnya. Tumpul. Otak pun ikut membeku.

Untung saya sudah membilang sanggup membuat artikel pendek tersebut. Jadilah garis mati menjadi pendorong untuk terus menulis.

Memang selesai dan terkirim sudah. Hanya saja ada perasaan tak nyaman kala menyadari bahwa jemari tak lincah menuangkan ide membentuk kata dan kalimat. Terpaku tak berdaya.

Kata orang itu namanya writer’s block. Rupanya tak sering menulis di blog ini menjadikan saya tak lancar berkata-kata.

Pernahkah Anda mengalami hal yang sama?

Iklan

2 Replies to “Tumpul dan Buntu”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s