Pagi di Hari Sabtu

Pagi yang cerah di hari Sabtu. Sayang bila disia-siakan dengan bangun kesiangan. Banyak yang bisa dilakukan di hari ini.

Bukan, bukan bekerja. Namun dengan aktivitas yang menyenangkan. Menonton film di bioskop, mengunjungi tempat yang belum pernah didatangi yang siapa tahu bisa memberikan kejutan tersendiri atau sekedar di rumah dengarkan musik sembari makan dan bersantai.

Pagi yang cerah di hari Sabtu. Mari bangun pagi dan mandi. Nikmati hidup tanpa beban pekerjaan yang kadang membelenggu jiwa dan lelahkan badan.

Bebaskan diri. Sirami jiwa dengan berbagai hal yang membahagiakan.

Percaya Diri

Beda jauh. Memiliki rasa percaya diri. Berbanding terbalik dengan tak memunyainya. Segalanya indah, cepat dan lancar bila diri sendiri percaya akan kemampuan pribadi.

Sebanding pula dengan bila hanya ada rasa bimbang. Ragu yang membuat kaku. Semuanya terlihat tak meyakinkan. Melangkah tak semangat. Hanya gontai sambil menyeret asa.

Bila ada yang membuat pil percaya diri, pastilah laris manis. Tiap menelan satu butirnya bisa memberi asupan percaya hingga insan manusia yang tadinya loyo tanpa semangat bisa bernas dan beringas.

Sayangnya tak ada pil macam itu. Adanya hanya berbagai reaksi kimia di dalam otak dan tubuh. Menyatu dengan jiwa. Takaran tak sempurna menjadikan naik turunnya rasa percaya diri.

Tiba-tiba jadi ingat dengan obat PeDe nomor satu tempo dahulu. Rexona.

Don’t Try So Hard

Ada kalanya insan manusia mencapai titik mendidihnya. Tak lagi kuat menghadapi tantangan di depan. Rasanya sudah banyak berjuang tak henti-hentinya tapi tak ada hasil. Mentok. Rasanya seperti menabrak tembok berkali-kali.

Saya pun mengalaminya minggu lalu. Tak sengaja mendengar lagu Queen. Don’t try so hard. Melegakan mendengarnya. Don’t try so hard. Oh don’t take it all to heart.

Benar adanya. Saat kondisi sedang jelek, dengan mudahnya kita mengumpat hingga mata melompat. Memandang orang lain sebagai musuh. Atau bahkan mulai membenci diri sendiri. Padahal tantangan di depan itu selalu ada sepanjang kehidupan manusia.

Bila sudah tak tertahankan, don’t try so hard. Berhenti sesaat. Bila otak sudah jernih. Saat jiwa menjadi tenang. Mulailah lagi melangkahi kehidupan. Kembali memperjuangkan kehidupan. Meraih impian. Dan menikmati bahagia sepanjang proses hidup ini.

Maju Terus, March On

Sungguh melelahkan hari ini. Tenggelam dalam proyek yang rumit. Rasanya ingin menyerah. Bukan hari yang produktif dan menyenangkan. Dalam bayangan saya, hari ini seperti lari marathon dan tersengal-sengal di satu kilo pertama.

Ketimbang stres dan tak menghasilkan apapun, saya putuskan pulang tepat waktu. Lalu dengarkan March On, tembang Good Charlotte. Tentu setelah santai dengan mengudap mie cepat saji dan minum jahe hangat. Lagunya tak begitu ‘menendang’ tapi saya suka liriknya.

Maju terus. Itulah yang ingin disampaikan lagu ini. Seperti tentara di medan pertempuran, tak seharusnya menyerah sampai melihat terangnya siang dan selamat. Susah dan lapar ditanggung meski hampir tak tertahankan. Tetap maju pantang menyerah untuk memperjuangkan apa yang diimpikan.

Salut untuk Good Charlotte yang menghadirkan lirik yang memberi semangat.