Naik Kereta Melintasi Jepang dengan Shinkansen

Sebuah artikel advertorial mengenai perjalanan 10 hari melintasi Negeri Matahari Terbit dari ujung Selatan sampai ujung Utara dengan kereta Shinkansen rupanya ingatkan saya dengan impian yang sama. Suatu asa yang tak terlaksana saat melancong ke Jepang tahun lalu. Keterbatasan waktu yang menjadi penyebabnya. Meskipun Shinkansen mampu melintas dengan sangat cepat, toh tetap saja butuhkan waktu berjam-jam yang membuat waktu menikmati tempat tujuan wisata menjadi berkurang. Meskipun begitu, sudah puas rasanya bisa mencicipi jalur Tokyo – Nagoya – Kyoto – Osaka.

Sayangnya, artikel tersebut menyebutkan bahwa si bapak yang melakukan perjalanan mulai dari Kagoshima di Selatan Jepang juga menggunakan pesawat terbang. Dari Tokyo di tengah ke Kagoshima di ujung Selatan. Lalu terbang dari Sapporo di ujung Utara ke Tokyo. Meskipun begitu, perjalanan tersebut kelihatan menantang dan menarik.

Bila memiliki lebih banyak waktu, sebenarnya sangat memungkinkan untuk melakukan perjalanan kereta dari Tokyo ke Kagoshima. Kemudian dari Kagoshima ke Sapporo. Lalu ditutup dengan jalur Sapporo kembali ke Tokyo. Dengan asumsi bahwa Tokyo merupakan tempat pesawat mendarat, baik di Narita Airport atau Haneda Airport. Toh ada pilihan lainnya yaitu melalui Kansai Airport di Osaka.

Tentu untuk menggunakan Shinkansen, bisa membeli Japan Rail Pass yang berfungsi sebagai satu tiket untuk banyak jalur sekaligus. Terdapat tiga pilihan jangka waktu yaitu 7, 14 atau 21 hari. Makin lama jangka waktunya tentu ongkosnya paling besar. Meskipun sebenarnya paling menguntungkan bila dibagi jumlahan hari. Pilihan 7 hari sesuai untuk perjalanan dua atau empat kota yang tak terlalu jauh seperti Tokyo – Kyoto. Pilihan kedua cocok untuk yang ingin melintasi setengah Jepang seperti Tokyo – Sapporo atau Tokyo – Kagoshima. Sedangkan pilihan 21 hari masuk akal untuk melintasi jalur Kagoshima – Sapporo.

Dalam perspektif jalan-jalan menurut saya pribadi, Jepang terbagi dalam empat daerah besar. Sapporo di Pulau Hokkaido, Tokyo di wilayah Kanto, Kyoto di daerah Kansai dan Kagoshima di Pulau Kyushu. Tentu bisa ditambah dengan Aomori di wilayah Tohoku sebelum ke Utara menuju Pulau Hokkaido. Juga berhenti sejenak di Nagoya di area Chubu. Dengan catatan, Pulau Shikoku tak termasuk karena merupakan pulau tersendiri dan wilayah Barat Jepang yang memiliki jalur Shinkansen yang tak sebanyak wilayah Jepang di Timur. Tentu saja masing-masing orang memliki perspektif masing-masing.

Untuk saat ini, rencana mengarungi Jepang dari ujung ke ujung hanya berupa impian. Maklum, perjalanan seperti itu mensyaratkan stamina yang baik, cukup uang dan waktu yang memadai. Perlu perencanaan yang matang selain ketertarikan yang besar menaiki kereta api dan tempat-tempat di Jepang. Untuk tahun 2012, semoga saya bisa melintasi Osaka hingga Sapporo dalam 10 hari. Sudah terbersit nama-nama kota seperti Sapporo, Hakodate, Aomori, Tokyo, Osaka dan Kyoto. Ganbatte!

Iklan

One Reply to “Naik Kereta Melintasi Jepang dengan Shinkansen”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s