Susah Tidur, Banyak Pikiran

Dulu. Dulu sekali. Saya sungguh heran mengapa orang harus menenggak pil tidur agar bisa tidur dengan nyenyak. Bukankah tidur itu mudah. Tinggal baringkan badan. Tutup mata. Lalu tiba-tiba sudah sampai di alam mimpi. Beberapa jam kemudian bangun dan kembali siap beraktivitas. Mudah?

Tak sulit bagi mereka yang tak banyak pikiran. Bukan, bukan berarti tak pernah berpikir atau tak berotak. Namun seseorang yang bisa mengendalikan jonjot-jonjot otot kecil dan serabutan syaraf di bawah batok kepala. Seperti halnya anak kecil tidur. Senang menjalani aktivitas mereka lalu bila capai tiba-tiba bisa tertidur dengan damainya.

Sebaliknya mereka yang memunyai terlalu banyak pikiran, tidur rasanya susah sekali. Tak nyenyak. Sering terbangun. Lalu jengkel karena masak tidur pun tak bisa. Rasanya putus asa. Ingin mengistirahatkan pikiran da badan pun tak bisa.

Saya pun juga. Dulu terkenal karena jago tidur. Bisa tidur di transportasi publik sekalipun, entah itu kereta api, burung besi atau bahkan perahu yang terombang-ambing ombak. Malam ini pun juga. Tak bisa tidur lalu menulis blog ini.

Susah ya tidur kalau sedang banyak pikiran…

Iklan

One Reply to “Susah Tidur, Banyak Pikiran”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s