Berani Mencintai

Mencintai seseorang membutuhkan keberanian. Maklum karena proses cinta tak selalu berjalan mulus. Bisa jadi berliku. Naik turun. Adakalanya kandas di tengah jalan yang timbulkan luka. Kadang bisa cepat sembuh. Acapkali bisa juga mendalam dan tak mudah sembuhnya.

Bila seseorang sudah pernah mengecap perihnya sayatan asmara, umumnya lebih dewasa pada kesempatan berikutnya. Ada juga yang karena terlalu sakit sehingga tak lagi ingin mencinta. Tak butuh. Biasanya mereka akan mengucap kata-kata itu.

Tiba-tiba terlintas dengan sebuah novel bergambar berjudul The Miraculous Journey of Edward Tulane karangan Kate DiCamillo. Boneka kelinci yang pernah mencinta dan patah hati. Melewati perjalanan yang seru akhirnya dia menemukan keberanian untuk mencintai lagi. Dan akhirnya menemukan cintanya.

Meski tak sama, lagu berjudul The Only Exception yang dilantunkan Paramore kiranya gambarkan hal yang sama. Sebuah luka yang sebabkan tak berani mencinta akhirnya sembuh saat menemukan seseorang. Keberanian dibutuhkan meski tak ada jaminan bahwa sebuah kisah asmara akan terus langgeng. Justru karena tak ada garansi Happy Ever After, sebuah kisah cinta menjadi menarik. Naik turun seperti perjalanan roller-coaster.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s