Just Do It!

Saya heran dengan diri saya. Mengapa terlalu banyak berpikir sebelum benar-benar memulai suatu. Lalu setelah lelah memutar otak justru keinginan menguap dan akhirnya apa yang saya inginkan tak pernah benar-benar tercapai. Menguap seraya waktu.

Saat membaca kisah pencapaian manusia yang berhasil mewujudkan asanya, biasanya ada pola yang sama. Yaitu mereka tak pernah terlalu banyak berpikir. Seperti halnya Sir Richard Branson yang membuat majalan siswa berjudul Student. Padahal dia merupakan penyandang Dyslexia. Ada kesulitan dalam memahami huruf dan susunan kata. Hebat, bukan?

Mungkin ada yang bertanya, ‘kalau tak dipikir benar-benar, bisa gagal dong?’ Ada benarnya. Hanya saja eksekusi pertama akan lebih baik bila spontan. Seraya waktu ada perencanaan dan perubahan yang diperlukan. Toh, bila berpikir terlalu lama justru tak ada hasilnya sama sekali.

Sering kali saya membatin. Seandainya saya tak terlalu habiskan waktu untuk berpikir mungkin saya akan memperoleh pengalaman yang lebih berwarna ketimbang sekarang ini. Saya masih ingat bahwa beberapa perjalanan saya terjadi tiba-tiba tanpa rencana yang mendetil. Toh, baik-baik saja dan berjalan dengan lancar. Begitu juga dengan menulis buku dan ngeblog. Tanpa ragu. Hanya menjalankannya saja.

Tak sepeti sekarang yang sepertinya ada ragu ketika hendak menginginkan sesuatu. Secara seksama dipikir, dipikir ulang dan akhirnya tak terjadi apa-apa. Ingin saya mendapatkan kembali my mojo. Spirit yang sudah lama tak berdaya melawan ruwetnya labirin otak saya.

Iklan

One Reply to “Just Do It!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s