Ruang Bioskop yang Gelap

Melihat film di bioskop itu jelas lebih memuaskan daripada menonton film di layar kaca atau perangkat portabel. Gambar lebih jelas dan besar, disajikan dengan tata suara yang menggelegar dan suasana yang memang dirancang untuk satu aktivitas saja. Menikmati film dengan sebaik mungkin. Operator film menyorotkan film dengan proyektor khusus ke layar bioskop. Satu hal yang … Lanjutkan membaca Ruang Bioskop yang Gelap

Iklan

Fakir Internet

Menyedihkan. Ternyata saya masih mengalami fakir internet di era modern dan tinggal di negara maju. Kebetulan rumah yang saya tinggali tak memasang internet. Jadi tak ada wifi. Saya pun memakai internet dari USB yang lebih sering gagal menghantarkan transmisi data ketimbang berhasil. Bila lancar pun itu biasanya sudah larut malam ketika pengguna internet berkurang karena … Lanjutkan membaca Fakir Internet

Terharu dengan Kartu Pos dan Surat

Baru saja saya bersih-bersih kamar dan menemukan koleksi kartu pos dan surat, baik dari teman maupun keluarga. Tadinya saya hendak memilah kemudian menyimpannya. Hanya saja, saat membaca beberapa kartu pos dan surat tersebut seketika saya menitikkan air mata. Terharu. Sungguh-sungguh rasa yang tak mudah diucapkan dengan kata-kata. Ada perhatian yang tersampaikan lewat kata-kata ringkas. Ada … Lanjutkan membaca Terharu dengan Kartu Pos dan Surat

Apartemen Mungil Multi Fungsi

Salut untuk arsitektur dari Hong Kong yang sanggup mengubah tempat tinggalnya yang memang sangat kecil menjadi rumah yang lebih nyaman untuk ditinggali. Dengan kemampuannya mengelola ruangan, dia bisa mengubah apartemen satu ruangan menjadi '24 kamar'. Namun bagaimana pun, saya tetap memilih rumah yang luas. Mungkin karena tempat yang sempit terasa seperti mengekang dan sumpek sebagus … Lanjutkan membaca Apartemen Mungil Multi Fungsi

Email Lama itu Seperti Buku Diari

Hari ini saya mencoba menggunakan aplikasi Mail di MacBook saya. Otomatis semua pesan yang ada di salah satu email saya pun terunduh dengan komplit. Iseng saya melihat pesan-pesan email yang sudah jaman doeloe. Terkesima saya membaca pesan yang meskipun sudah sangat lama namun tetap masih ingat konteksnya. Tentu saja saya juga menemukan beberapa orang yang … Lanjutkan membaca Email Lama itu Seperti Buku Diari

1400 Eksemplar

Baru saja saya menerima pemberitahuan dari salah satu penerbit nasional. Mengenai royalti dari buku yang saya terbitkan beberapa tahun yang lalu. Tertera di surat elektronik bahwa hingga saat ini buku saya tersebut sudah terjual sebanyak seribu empat ratus eksemplar. Tidak banyak bila dibandingkan dengan karya penulis lain. Namun bagi saya pribadi, hal tersebut sudah membuat … Lanjutkan membaca 1400 Eksemplar

Menyimpan Buku itu Merepotkan

Dulu sekali saya pernah memiliki impian untuk memunyai perpustakaan pribadi. Pasti asyik karena bisa membaca buku-buku yang menarik kapan pun saya mau. Jaman berubah. Buku elektronik sudah beredar di mana-mana dengan harga yang lebih terjangkau, cepat diakses melalui perangkat bergerak dan bisa dibawa kemana-mana dengan lebih mudah. Lagipula saya merasakan bahwa menyimpan buku itu merepotkan. … Lanjutkan membaca Menyimpan Buku itu Merepotkan