Freelance

Pada sebuah siang di sebuah tempat makan yang menjual makanan India, seorang teman lama menjawab pertanyaan saya mengenai pilihannya menjadi seorang freelancer. Menarik bahwasannya dia merasa lebih dinamis menjadi desainer yang bekerja pada beragam proyek ketimbang hanya bekerja di satu perusahaan.

Dia juga menambahkan kalau dia melakukannya karena masih muda sehingga belum perlu pusing memikirkan pekerjaan tetap yang tawarkan kestabilan. Belum menikah, masih tinggal dengan orangtua dan masih ingin belajar banyak hal. Salut karena dia berani mengambil keputusan tersebut saat menginjak umur seperempat dekade. Jadi ya sudah sekitar satu tahun lebih dia menjalani kehidupan sebagai freelancer.

Sebuah pilihan yang menurut saya berani. Soalnya lebih banyak yang memilih untuk mencari pekerjaan di perusahaan yang besar dengan harapan karirnya maju, penghasilan lancar dan tentu kedengarannya lebih mentereng. Berbeda dengan pilihan menjadi freelancer yang lebih beresiko dan harus pintar-pintar memperluas jaringan klien, mengikuti permintaan pasar dan juga bisa berkomunikasi dengan lebih baik.

Saya hanya mengangguk-anggukan kepala. Salut. Juga berpikir apakah saya berani untuk melakukan hal yang sama di umur saya yang meski tak semuda teman saya tersebut, tapi tak lagi bisa dibilang sangat muda.

Sebuah siang yang membuat saya ingin berpikir lebih serius mengenai pilihan tersebut…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s