FOMO

FOMO. Singkatan dari fear of missing out. Lain kata, tak mau ketinggalan seperti orang-orang lainnya. Contoh hal sederhana, kala banyak orang memiliki BlackBerry maka tak sedikit pula yang ingin memunyai barang yang sama. Bukan karena kebutuhan namun karena tak mau dianggap ketinggalan jaman.

Pun begitu juga dengan hal lainnya. Orang lain sudah pernah berjalan-jalan ke luar negeri, jadilah ikut-ikutan melancong ke negeri manca. Lain cerita, ada banyak teman sebaya yang sudah menikah dan bahkan punya momongan lalu cepat-cepat ingin menikah padahal belumlah cocok benar.

Ada banyak cerita tentang FOMO. Takut ketinggalan. Padahal jalan hidup masing-masing orang jelas berbeda. Masing-masing dengan lika-likunya yang bervariasi. Warna yang berbeda. Juga rasa dan pengalamannya.

Namun menyoal FOMO, saya pun kadang-kadang mengkhawatirkan diri saya sendiri. Bahwasannya apa yang saya inginkan mungkin berbeda dengan orang lain. Tapi tak memungkiri bahwa saya menginginkan apa yang dimiliki atau dilakukan beberapa orang di sekitar kehidupan saya. Seperti menikah, punya rumah dan punya pekerjaan yang bermakna bagi hidup mereka.

Di lain sisi saya juga memahami bahwa saya, entah kenapa, seringkali memilih the road less traveled. Mungkin karena tapak jalan yang dilalui kebanyakan orang menurut saya pribadi terlalu klise. Dan saya selalu menginginkan jalan cerita yang berbeda dengan ending yang tak selalu sama.

Bagaimana dengan Anda, apakah sering khawatir dengan FOMO?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s