Menabrak Tembok

Selalu ada masa ketika perjuangan hidup terasa sudah mentok. Seperti menabrak tembok. Tak hanya sekali. Namun berkali-kali. Tak ada hasil yang nyata. Lalu?

Bukan, bukan tak seharusnya patah menyerah kalah begitu mudahnya. Hanya saja langkah mundur mungkin bijak. Untuk sementara memahami apa sih yang sebenarnya terjadi.

Mungkin dengan sejenak diam bisa melihat jalan memutar yang lebih masuk akal. Begitu juga dengan solusi lain.

Namun boleh jadi bila jalan sudah buntu bertanda bahwa sudah saatnya membuat keputusan. Sebuah sinyal bahwa mungkin itu bukan tapak hidup yang harus dilalui. Perubahan perlu dilakukan.

Hmm….

~ 10 Juli 2012 ketika semangat rasanya hampir lenyap ~

Iklan

3 Replies to “Menabrak Tembok”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s