Masalah Hidup

Mari kita sepakat bahwa kehidupan ini menghadapkan insan manusia dengan berbagai macam masalah. Mulai dari sebelum kelahiran (dalam bentuk janin), terlahir, bertumbuh, menjadi layu dan kemudian mati. Bahkan banyak orang pun bisa meninggal dan masih menyisakan masalah.

Ada yang berpendapat bijak, masalah membuat manusia dewasa. Boleh juga. Setali tiga uang, ada yang mengatakan ‘tanpa masalah hidup mana indah’. Cukup logis, kan? Alasannya, setiap kali memecahkan masalah, seorang manusia boleh jadi merasa bertumbuh, menguat dan merasa hidup.

Hanya saja, kita juga harus realistis bahwa tapak kehidupan itu penuh dengan masalah yang harus dibayar dengan pengorbanan, waktu dan usaha untuk menyelesaikannya. Dengan meminimalkan masalah, hidup bisa berarti lebih bermakna. Tak ada kan orang yang ingin selalu dikejar oleh berbagai masalah?

Anehnya, banyak orang yang meskipun sudah bermasalah dan tetap tak mampu pecahkan masalah hidupnya sendiri, tetap saja ingin mengurusi masalah orang lain? Merasa sosial? Sok suka membantu? Atau justru memang sudah bawaan sejak lahir untuk ‘mencintai’ masalah?

Hidup ini indah dengan segala hal menarik yang ditawarkan sekaligus masalah untuk dipecahkan. Tak perlu menambah-nambah masalah bila tak perlu. Masalahnya, manusia itu memang makhluk yang kompleks. Banyak yang suka ‘memborong’ masalah. Apakah karena memang mereka itu sosok manusia yang jenisnya suka bermasalah? Ah, entahlah.

Mari sudahi saja mempermasalahkan perihal masalah di atas…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s